Konten dari Pengguna

"Bapak Paling Jujur": Satir dan Comedy Menyentil Bobroknya Politik

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bernardus Novian Wibisono tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Official Trailer Film "Bapak Paling Jujur" (2026) Saat jonas mncari pendukung YouTube Cinema21. https://youtu.be/LKxD8HFbqEQ?si=tzQ6T8ijavUCdG50
zoom-in-whitePerbesar
Official Trailer Film "Bapak Paling Jujur" (2026) Saat jonas mncari pendukung YouTube Cinema21. https://youtu.be/LKxD8HFbqEQ?si=tzQ6T8ijavUCdG50

Pernah gak sih kita ngebayangin, apa jadinya kalau tiba-tiba semua pejabat dan calon pemimpin di Indonesia kehilangan kemampuan untuk berbohong? Saat musim kampanye tiba, kita biasanya sudah terlalu sering mendengar janji-janji manis yang terdengar indah di telinga, tetapi belum tentu ditepati. Nah, bayangan unik yang rasanya hampir mustahil terjadi di dunia nyata inilah yang coba diwujudkan lewat sebuah film terbaru berjudul Bapak Paling Jujur (2026).

Hadir sebagai tontonan yang cukup berbeda dari biasanya, rumah produksi Cahaya Pictures bersama Studio Antelope resmi menayangkan film Bapak Paling Jujur di bioskop-bioskop seluruh Indonesia sejak 15 Oktober 2026. Film yang disutradarai oleh Fajar Nugros ini langsung menarik perhatian banyak orang karena mengangkat tema yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat kita sehari-hari, yaitu soal dunia politik dan kejujuran seorang pemimpin.

Official Triler "Bapak Paling Jujur" (2026) Saat Kamapnye Jonas memantu warga YouTube Cinema21. https://youtu.be/LKxD8HFbqEQ?si=tzQ6T8ijavUCdG50

Genre Unik Dalam Mengkritik Politik

Sesuai dengan unsur komedi satir yang dibawanya, film Bapak Paling Jujur penuh dengan sindiran-sindiran yang terasa sangat mengena dengan kondisi politik di Indonesia. Di awal cerita, tokoh Jonas Prakoso digambarkan sebagai politisi yang sangat pintar merangkai kata-kata manis dan jago melakukan pencitraan di depan masyarakat demi meraup suara. Padahal, apa yang ia tampilkan di depan kamera dan warga sering kali berbanding terbalik dengan sifat aslinya maupun obrolan di balik layar bersama tim suksesnya.

Konflik sekaligus kelucuan mulai pecah ketika Jonas terkena kutukan dari neneknya sendiri (diperankan oleh Indy Barends) yang membuatnya sama sekali tidak bisa berbohong. Sejak saat itu, semua isi hati dan pikiran Jonas keluar begitu saja dari mulutnya tanpa bisa ditahan.

Dari adegan-adegan inilah banyak sindiran tajam namun lucu bermunculan, sindiran-sindiran dalam film ini kebanyakan di ambil dari video-video viral di media sosial, makanya penonton pasti relate dan paham dengan candaan yang di sajikan dari film ini. Film ini menyentil kebiasaan sejumlah oknum politisi di Indonesia yang sering mengobral janji kampanye yang tidak masuk akal, pura-pura merakyat saat butuh dukungan suara, hingga adanya kesepakatan-kesepakatan politik di balik layar yang sebenarnya hanya menguntungkan kelompok tertentu saja. Penonton dibuat tertawa melihat kepanikan tim kampanye Jonas, tetapi di saat yang sama juga dibuat sadar bahwa hal-hal seperti itu memang sering terjadi di sekitar kita.

Official Trailer "Bapak Paling Jujur" (2026). Video kampanye Jonas dan Partainya YouTube Cinema21. https://youtu.be/LKxD8HFbqEQ?si=tzQ6T8ijavUCdG50
video youtube embed

Selain menghibur lewat komedinya, hal paling menarik dari Bapak Paling Jujur adalah bagaimana film ini memberikan sebuah pandangan baru kepada masyarakat. Selama ini, banyak orang mungkin sudah terbiasa atau bahkan pasrah melihat gaya bicara pejabat yang penuh basa-basi politik dan janji manis. Lewat kutukan yang dialami Jonas, film ini mengajak kita berandai-andai: apa jadinya kalau para pejabat dan calon pemimpin di Indonesia benar-benar selalu berkata jujur kepada masyarakatnya?

Di dalam film, kejujuran Jonas yang kelewat polos awalnya memang membuat situasi menjadi kacau balau. Ia tanpa ragu membongkar alasan sebenarnya di balik pencalonannya, mengkritik program yang menurutnya tidak berguna, hingga menjawab pertanyaan wartawan dan warga secara blak-blakan. Namun, seiring berjalannya cerita, keterbukaan itu justru membuka mata masyarakat dan memberikan sudut pandang yang segar.

Film ini seolah ingin menyampaikan bahwa meskipun kejujuran itu kadang terdengar pahit dan mengejutkan di awal, hal itulah yang sebenarnya paling dibutuhkan oleh rakyat dari seorang pemimpin. Ketika seorang pejabat jujur mengakui kekurangan, berbicara apa adanya tanpa topeng pencitraan, dan tidak menutupi kebenaran, kepercayaan masyarakat justru bisa tumbuh dengan lebih tulus.

Sebagai penutup, Bapak Paling Jujur berhasil membuktikan bahwa film komedi tidak melulu hanya berisi lelucon kosong. Lewat perpaduan komedi satir dan drama yang pas, film ini mampu menyampaikan kritik sosial sekaligus harapan masyarakat terhadap para pemimpin di Indonesia dengan cara yang sangat menyenangkan. Bagi Anda yang sedang mencari hiburan pelepas penat sekaligus bahan renungan ringan soal kondisi perpolitikan tanah air, film ini jelas menjadi tontonan yang sangat direkomendasikan di bioskop.