Buzz
·
17 Juli 2021 13:12

Bagaimana Work From Home (WFH) Anda Tetap Produktif?

Konten ini diproduksi oleh Bety Yuliani
Bagaimana Work From Home (WFH) Anda Tetap Produktif? (347779)
searchPerbesar
ilustrasi : bagaimana Work From Home (WFH) anda tetap produktif? sumber: freepik.com
Pagi itu, hari pertama penerapan PPKM Darurat diwarnai kemacetan di sebuah bundaran jalan ke arah kantorku. Bundaran tersebut merupakan pintu masuk utama sebuah pusat kota di Jatim. Banyak aparat yang bertugas melakukan penyekatan untuk menertibkan ketentuan PPKM Darurat. Beberapa mobil dengan plat nomor luar kota nampak diarahkan untuk putar balik.
ADVERTISEMENT
Apapun itu, yang jelas penerapan PPKM Darurat merupakan hal terbaik yang dilakukan pemerintah, sebagai upaya menekan angka kasus COVID-19 yang trendnya terus mengalami kenaikan beberapa bulan terakhir. Dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021, Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro serta mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 diatur secara ketat. Pengaturan dilakukan untuk beberapa hal diantaranya : kegiatan belajar mengajar, pelaksanaan kegiatan, pelaksanaan kegiatan makan minum di tempat umum, kegiatan di pusat perbelanjaan,tempat ibadah, fasum, seni budaya olahraga sosial kemasyarakatan, transportasi umum, resepsi pernikahan, dan perjalanan domestik.
Semua yang tertuang dalam ketentuan PPKM Darurat baiknya bukan merupakan sebuah rantai yang membatasi ruang gerak kita. Tetapi merupakan panduan dan pengingat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Selanjutnya akan menjadi sebuah habit baru yang harus dijalani bersama. Beradaptasi dengan pembatasan-pembatasan tentunya bukanlah hal yang nyaman. Namun dengan kesadaran bahwa upaya pencegahan penyebaran virus covid 19 bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja tetapi merupakan tanggungjawab kita bersama.
ADVERTISEMENT
Sebagai bagian dari pegawai yang bergerak di sektor non esensial tentunya saya harus patuh dengan ketentuan PPKM Darurat, yang mana pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan 100% (seratus persen) Work From Home (WFH). Padahal tidak semua pekerjaan bisa dikerjakan dari rumah. Biasa bekerja di kantor, bertemu dan berkoordinasi dengan rekan kerja, stakeholder terkait, dengan WFH seakan dipaksa untuk mengkondisikan pekerjaan dilakukan tidak melalui tatap muka.
Dengan kondisi seperti ini secara otomatis kita harus membiasakan untuk melaksanakan pekerjaan secara digital, koordinasi dan rapat dilakukan secara online, surat-menyurat secara elektronik. Sarana dan prasarana yang belum sepenuhnya bisa mendukung namun adaptasi inilah diharapkan melahirkan inovasi baru bagaimana WFH tetap berjalan produktif.
ADVERTISEMENT
WFH yang produktif adalah memanfaatkan waktu di rumah secara seimbang antara selesainya pekerjaan kantor, pekerjaan di rumah dan menjaga kondisi tubuh untuk tetap sehat dan bugar secara lahir maupun batin. Nah, bagaimana memanfaatkan waktu WFH secara produktif?

Membuat rencana kerja dan selesaikan pekerjaan

Membuat rencana kerja harian akan lebih mudah memantau pekerjaan yang belum diselesaikan atau pekerjaan yang perlu dikoordinasikan dengan rekan kerja, atasan maupun stakeholder lain. Dengan planning yang tepat maka waktu penyelesaian pekerjaan akan lebih cepat sehingga alokasi waktu yang tersisa bisa digunakan dengan kegiatan efektif lainnya.

Membagi waktu antara pekerjaan kantor dan pekerjaan rumah tangga

Pada saat menjalani WFH banyak hal yang bisa mempengaruhi focus dalam bekerja. Misalkan keinginan untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga, menata interior rumah, keinginan untuk aktif dalam group whatsapp teman ataupun tetangga, dan sebagainya. Oleh karena itu penting sekali membuat jadwal harian, menentukan target harian dengan skala prioritas pekerjaan mana yang diselesaikan terlebih dahulu.
ADVERTISEMENT

Koordinasikan pekerjaan secara virtual

Dengan melakukan koordinasi pekerjaan dengan rekan kerja ataupun atasan dengan memanfaatkan komunikasi virtual maka kita tidak akan merasa sendiri, tetapi merupakan bagian dari teamwork yang pekerjaannya akan selalu terkontrol. Selain itu kita tetap bisa bersosialisasi dengan teman-teman, sehingga kita tetap akan merasa bagian dari komunitas.

Selalu Menjaga imunitas tubuh, berolahraga dan berjemur di pagi hari

Melakukan olahraga secara rutin dapat meningkatkan respons imun sebagaimana tinjauan ilmiah 2019 di Journal of Sport and Health Science, menemukan bahwa olahraga, menurunkan risiko penyakit, dan mengurangi peradangan. direkomendasikan durasi olahraga ringan atau sedang sekitar 30-60 menit beberapa kali dalam seminggu.
Selain berolahraga, berjemur di bawah paparan sinar matahari pada kisaran jam 9 pagi vitamin D akan didapat tubuh secara maksimal. vitamin D memiliki peranan penting dalam fungsi kekebalan tubuh. Selain itu, vitamin D juga bisa membantu menjaga tubuh tetap fit.
ADVERTISEMENT

Alokasikan waktu untuk menyalurkan hobi

Salah satu faktor yang dapat melemahkan sistem imun tubuh adalah stres. Stres berasal dari pikiran yang tidak dapat dikontrol. Dengan memanjakan diri dan bersenang-senang dengan menyalurkan hobi atau kegemaran adalah salah satu cara mengurangi stres dan meningkatkan imun tubuh. Apabila anda memiliki hobi memasak bisa membuat konten menarik dari kreasi memasaknya.
Bagi yang mempunyai hobi menulis bisa mengikuti kelas menulis virtual untuk meningkatkan skill. Menonton film bisa dilakukan bagi yang hobi nonton. Saat anda menonton film anda bisa menghilangkan stress dan melupakan masalah yang anda hadapi, dengan menonton film dengan genre komedi akan membuat mood Anda kembali.

Istirahat yang cukup

Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk mempertahankan imunitas tubuh. Menurut National Sleep Foundation, seorang manusia dewasa setidaknya membutuhkan waktu untuk tidur selama kurang lebih 7-9 jam dalam sehari. Maka dari itu, istirahat yang cukup merupakan cara simpel saat proses meningkatkan imun tubuh.
ADVERTISEMENT
M