Konten dari Pengguna

Kenapa Kita Sering Merasa Tertinggal di Usia 20an?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bety Oktavia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memasuki usia 20an membuat banyak orang mulai mempertanyakan pencapaian dirinya sendiri. Bukan karena ada aturan bahwa di usia tertentu seseorang harus sudah berhasil, tetapi karena lingkungan dan media sosial sering membuat kita merasa seolah-olah hidup memiliki batas waktu.

Saya sendiri melihat bahwa perasaan tertinggal sering muncul ketika kita terlalu sering membandingkan kehidupan dengan orang lain. Ketika melihat teman yang sudah kuliah, mendapatkan pekerjaan, memiliki penghasilan, atau mencapai sesuatu yang kita inginkan, muncul pikiran bahwa kita seharusnya sudah berada di posisi yang sama.padahal, setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda.

ilustrasi seseorang yang merenungkan perjalanan hidup di usia 20-an. sumber:ilustrasi AI
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi seseorang yang merenungkan perjalanan hidup di usia 20-an. sumber:ilustrasi AI

Menurut saya, masalahnya bukan pada pencapaian orang lain. Keberhasilan seseorang seharusnya tidak menjadi alasan bagi kita untuk merasa gagal. Yang menjadi masalah adalah ketika pencapaian tersebut kita jadikan sebagai ukuran untuk menentukan apakah hidup kita sudah cukup baik atau belum.

Ketika Pencapaian Orang Lain Menjadi Ukuran Diri. Media sosial membuat kebiasaan membandingkan diri menjadi semakin mudah. Dalam beberapa menit, kita bisa melihat berbagai pencapaian orang lain. Ada yang membagikan pekerjaan barunya, kelulusannya, bisnis yang sedang berkembang, atau hal-hal lain yang membuat kehidupannya terlihat berjalan dengan baik.Ketika melihat hal-hal tersebut berulang kali, terkadang kita mulai mempertanyakan diri sendiri.

“Kenapa aku belum seperti dia?”

“Apa yang salah dengan diriku?”

Menurut saya, pertanyaan seperti itu justru membuat kita lupa melihat perjalanan sendiri. Kita hanya melihat apa yang sudah dicapai orang lain tanpa mengetahui proses yang mereka lalui.Kita juga sering lupa bahwa apa yang terlihat di media sosial bukan keseluruhan kehidupan seseorang. Kita melihat hasilnya, tetapi tidak melihat kesulitan yang mungkin mereka hadapi sebelum sampai di titik tersebut.Karena itu, membandingkan diri berdasarkan apa yang terlihat di media sosial sebenarnya tidak memberikan gambaran yang utuh.

Setiap Orang Memiliki waktu yang Berbeda. Saya percaya bahwa tidak ada waktu yang benar-benar sama bagi setiap orang untuk mencapai sesuatu.Ada orang yang sudah mengetahui tujuan hidupnya sejak muda.Ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama untuk menentukan pilihan. Ada yang langsung mendapatkan kesempatan, sementara yang lain harus menunggu dan berusaha lebih lama.Perbedaan tersebut bukan berarti salah satu lebih baik daripada yang lainnya.

Namun, kita sering menganggap hidup seperti sebuah perlombaan. Ketika melihat seseorang berjalan lebih cepat, kita merasa harus segera mengejarnya. Akibatnya, kita terlalu sibuk memikirkan posisi orang lain sampai lupa bertanya apakah arah yang kita tuju memang sesuai dengan keinginan kita sendiri.

Menurut saya, inilah yang membuat usia 20-an terasa berat bagi sebagian orang. Bukan hanya karena banyak pilihan yang harus diambil, tetapi juga karena ada tekanan untuk segera menunjukkan hasil.Padahal, belum mencapai sesuatu bukan berarti tidak memiliki kemampuan untuk mencapainya.

Berhenti Membandingkan Kecepatan.Menurut saya, hal yang perlu diubah bukanlah keinginan untuk berkembang, tetapi cara kita mengukur perkembangan tersebut.Daripada terus bertanya “Kenapa aku belum seperti mereka?,” mungkin lebih baik bertanya, “Apa yang sudah aku lakukan untuk diriku sendiri?”

Pertanyaan tersebut membuat perhatian kembali kepada diri sendiri.Kita bisa melihat apakah ada hal yang sudah dipelajari, apakah ada kesalahan yang berhasil diperbaiki, atau apakah ada langkah kecil yang sudah dilakukan dibandingkan sebelumnya.Perkembangan tidak selalu terlihat dalam bentuk pencapaian besar. terkadang, perkembangan hanya berupa keberanian untuk mencoba kembali, menyelesaikan sesuatu yang sebelumnya sulit, atau tetap berusaha ketika keadaan tidak sesuai harapan.Bagi saya, itu juga merupakan bentuk kemajuan.

Tidak Terlambat, Hanya Berbeda.Pada akhirnya, saya tidak melihat usia 20an sebagai batas untuk menentukan siapa yang berhasil dan siapa yang tertinggal.Perasaan tertinggal memang bisa muncul, terutama ketika kita melihat banyak orang yang tampaknya sudah lebih jauh. Namun, perasaan tersebut tidak harus menjadi alasan untuk menganggap diri sendiri gagal.Kita tidak pernah benar-benar tahu bagaimana perjalanan seseorang akan berakhir hanya berdasarkan apa yang terlihat hari ini. Karena itu, saya pikir kita tidak perlu memaksakan hidup agar terlihat sama dengan kehidupan orang lain. Yang lebih penting adalah mengetahui apa yang sedang kita perjuangkan dan terus bergerak sesuai kemampuan kita.

Mungkin kita memang tidak berada di tempat yang sama dengan orang lain. Tetapi berbeda bukan berarti tertinggal. Setiap orang memiliki waktunya sendiri untuk tumbuh, mencoba, gagal, dan akhirnya menemukan jalannya. Dan menurut saya, selama kita masih mau bergerak, perjalanan kita belum selesai.