Cara Panglima TNI Menekan Ideologi Anti Pancasila

ex-jurnalis
Tulisan dari Bianda Ludwianto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia sebagai negara yang memiliki ideologi pancasila, terancam dengan ideologi berlawanan di era teknologi informasi. Untuk mengatasi hal itu, Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo mengharapkan masyarakat lebih memaknai nilai-nilai pancasila.
Ketika menanggapi pertanyaan dari salah satu peserta dalam acara Kumparan Onboarding Batch 2 di Kuningan City, Jakarta Selatan, Selasa (14/11). Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan untuk menekan ajaran-ajaran anti pancasila, salah satunya melalui jalur pendidikan.
"Bahwa pancasila itu ideologi negara, maka diajarkan lah sejak dini," ujar pria yang resmi menjabat Panglima TNI 8 Juli 2015.

Lebih lanjut, Gatot menambahkan untuk menanggapi penyebaran ideologi anti pancasila melalui media sosial, ia lebih memilih untuk merangkul daripada bertindak represif kepada penyebat konten.
Ia beralasan bahwa tindakan penyebaran konten anti pancasila memang berakar tidak adanya pemaknaan pancasila dalam kehidupan.
"Hal-hal miring tentang pancasila ada, memang wajar karena pendidikan pancasila sudah kurang, zaman sekarang pelajaran-pelajaran pancasila (rasanya) tidak perlu lagi," tandas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Baginya, tindakan represif atau langsung menangkap penyebar ideologi pancasila, tidak menyelesaikan masalah. karena mungkin saja penyebar tersebut tidak diajarkan tentang ideologi pancasila.
