Konten dari Pengguna

Investasi Masa Depan Bangsa dengan menjaga Hutan

Dr Billy Lazuardi
Universitas Jayabaya Trainer Esas Management, Trainer AHS Management, Podcaster Pengabdi Ilmu.
10 Juni 2024 9:20 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Dr Billy Lazuardi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
jangalah bumi kita, jagalah hutan kita maka mereka akan menjagamu (Pexels)
zoom-in-whitePerbesar
jangalah bumi kita, jagalah hutan kita maka mereka akan menjagamu (Pexels)
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Berinvestasi tidak selalu mengenai ekonomi tapi juga memastikan agar keberlangsungan hidup tiap manusia tetap terjamin baik untuk kita saat ini maupun jauh di masa anak dan cucu kita kelak salah satunya adalah dengan menjaga hutan dan ekosistem yang ada. Jika Dunia ini semakin rusak dan makin memburuk maka tidak ada lagi gunanya uang dan aset yang kita miliki kalau Dunia, planet yang kita tempati ini sudah rusak dan tidak dapat diselamatkan lagi.
ADVERTISEMENT
Hutan berfungsi sebagai penyerap karbon alami yang sangat efektif. Melalui proses fotosintesis, pohon dan tanaman menyerap CO2 dari atmosfer dan menyimpannya dalam biomassa mereka. Ini menjadikan hutan sebagai alat penting dalam mitigasi perubahan iklim. Penelitian oleh Prof. Carlos Nobre, seorang ahli iklim dari Brasil, menunjukkan bahwa hutan hujan Amazon menyimpan lebih dari 120 miliar ton karbon, yang setara dengan 11 tahun emisi global dari bahan bakar fosil. Tanpa hutan, konsentrasi CO2 di atmosfer akan meningkat drastis, mempercepat pemanasan global.
Selain menyerap karbon, hutan juga memainkan peran penting dalam mengatur siklus air dan iklim lokal. Pohon-pohon melepaskan uap air melalui transpirasi, yang berkontribusi pada pembentukan awan dan curah hujan. Ini membantu mengurangi risiko banjir dan kekeringan. Dr. Wangari Maathai, penerima Nobel Perdamaian dan pendiri Gerakan Sabuk Hijau di Kenya, menyatakan, "Kehilangan hutan berarti kehilangan pengatur alami siklus air, yang dapat berakibat pada bencana lingkungan seperti banjir dan kekeringan yang semakin parah."
ADVERTISEMENT
Keanekaragaman hayati di hutan adalah komponen kunci lainnya yang perlu dilindungi. Hutan menjadi habitat bagi jutaan spesies tumbuhan dan hewan, banyak di antaranya tidak ditemukan di tempat lain. Kehilangan hutan berarti kehilangan spesies yang mungkin memiliki peran penting dalam stabilitas ekosistem global dan kesejahteraan manusia. Menurut Prof. Thomas Lovejoy, seorang ahli biologi konservasi, "Setiap spesies yang hilang adalah kehilangan yang tidak bisa diperbaiki, yang mungkin memiliki konsekuensi yang luas bagi ekosistem dan layanan yang mereka berikan kepada kita."
Sayangnya, deforestasi terus mengancam keberlanjutan hutan di seluruh dunia. Pembukaan lahan untuk pertanian, penebangan ilegal, dan kebakaran hutan menyebabkan hilangnya jutaan hektare hutan setiap tahun. Menurut data dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), dunia kehilangan sekitar 10 juta hektare hutan setiap tahun. Dr. Simon Lewis, seorang ahli lingkungan dari University College London, memperingatkan, "Deforestasi tidak hanya mengurangi kemampuan bumi untuk menyerap CO2 tetapi juga melepaskan karbon yang tersimpan ke atmosfer, memperburuk perubahan iklim."
ADVERTISEMENT
Mengatasi deforestasi memerlukan tindakan nyata dan kolaboratif. Kebijakan perlindungan hutan yang ketat, penegakan hukum terhadap kegiatan penebangan ilegal, dan promosi praktik pertanian berkelanjutan adalah langkah-langkah yang harus diambil. Selain itu, program restorasi hutan dan reboisasi dapat membantu memulihkan ekosistem yang hilang dan meningkatkan kapasitas hutan sebagai penyerap karbon. Menurut Dr. Daniel Nepstad, seorang ahli ekologi hutan, "Restorasi hutan adalah salah satu solusi paling efektif dan murah untuk menangani perubahan iklim."
Partisipasi masyarakat global juga sangat penting dalam upaya pelestarian hutan. Edukasi dan peningkatan kesadaran tentang pentingnya hutan dan dampak negatif deforestasi harus terus digalakkan. Menggunakan produk kayu dan pertanian yang berkelanjutan serta mendukung inisiatif konservasi dapat memberikan dampak positif dalam menjaga hutan kita. Menurut Dr. Vandana Shiva, seorang aktivis lingkungan dan ilmuwan, "Kesadaran dan tindakan kolektif masyarakat dapat menjadi kekuatan besar dalam melindungi hutan kita dari kehancuran."
ADVERTISEMENT
Penegakan hukum dan kebijakan yang lebih ketat juga diperlukan untuk melindungi hutan. Pemerintah harus bekerja sama dengan organisasi non-pemerintah, masyarakat lokal, dan sektor swasta untuk mengembangkan dan mengimplementasikan strategi yang efektif dalam menjaga hutan. Ini termasuk memberikan insentif untuk praktik-praktik yang ramah lingkungan dan mendukung keberlanjutan. Prof. Jeffrey Sachs, seorang ekonom dan ahli pembangunan berkelanjutan, menyatakan, "Investasi dalam perlindungan hutan adalah investasi dalam keberlanjutan planet kita."
Secara keseluruhan, hutan adalah sekutu utama dalam perjuangan melawan perubahan iklim. Mereka adalah penyerap karbon alami yang paling efektif, pengatur siklus air, dan penjaga keanekaragaman hayati. Melindungi hutan berarti melindungi masa depan planet kita. Oleh karena itu, tindakan kolektif dari pemerintah, masyarakat, dan individu sangat diperlukan untuk memastikan hutan tetap berdiri kokoh, memberikan manfaat yang tak ternilai bagi iklim dan kehidupan di Bumi. Mari kita bersama-sama menjaga dan melindungi hutan untuk generasi mendatang.
ADVERTISEMENT