Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.98.2
Konten dari Pengguna
Fenomena "Quiet Cutting" di Dunia Kerja, Apa yang Harus Kita Lakukan?
26 Februari 2025 22:12 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Bima eka tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Belakangan ini, istilah "quiet cutting" mulai ramai diperbincangkan di dunia kerja. Fenomena ini merujuk pada strategi perusahaan yang mengubah posisi atau tanggung jawab karyawan tanpa pemberitahuan jelas, sering kali sebagai alternatif dari pemutusan hubungan kerja (PHK). Dengan kata lain, karyawan tidak diberhentikan, tetapi dipindahkan ke posisi yang mungkin tidak mereka inginkan atau bahkan tidak sesuai dengan keterampilan mereka.
ADVERTISEMENT
Mengapa Fenomena Ini Terjadi?
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan menghadapi tantangan ekonomi, sehingga perlu mengurangi biaya operasional tanpa harus melakukan PHK besar-besaran yang dapat merusak citra mereka. Dengan menerapkan "quiet cutting," perusahaan tetap mempertahankan karyawan tetapi mengalokasikan mereka ke peran yang berbeda, terkadang dengan gaji yang lebih rendah atau tanpa kejelasan jenjang karier.
Dampak bagi Karyawan
Bagi banyak karyawan, "quiet cutting" dapat menyebabkan kebingungan dan ketidakpuasan. Mereka mungkin merasa kehilangan kendali atas karier mereka dan mengalami penurunan motivasi. Selain itu, transisi ke posisi baru tanpa pelatihan yang memadai dapat menimbulkan stres dan menurunkan produktivitas.
Apa yang Bisa Dilakukan?
Jika Anda menghadapi situasi ini, ada beberapa langkah yang bisa diambil:
ADVERTISEMENT
Fenomena "quiet cutting" adalah realitas baru di dunia kerja modern. Meskipun bisa menjadi tantangan, karyawan dapat menghadapinya dengan sikap proaktif dan kesiapan untuk beradaptasi. Yang terpenting, jangan ragu untuk mencari dukungan dan mengambil keputusan terbaik untuk masa depan karier Anda.