Jubadha, Kuliner Khas Karduluk yang Dibuat dari Bahan Alami

Media Publikasi Kegiatan P2M Mahasiswa Universitas Al-Amien Prenduan - Kelompok VI Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Cerita Karduluk tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Karduluk, Sumenep – Jubadha menjadi salah satu kuliner khas Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, yang masih diproduksi secara tradisional hingga saat ini. Jajanan berbahan dasar gula merah, tepung jagung, tepung terigu, dan jahe tersebut memanfaatkan daun siwalan sebagai pengikat setiap butir adonan sehingga memiliki ciri khas yang tidak banyak ditemui pada produk sejenis.
Salah satu pelaku UMKM Jubadha di Desa Karduluk, Buk Sum, mengatakan proses pembuatan Jubadha masih mempertahankan cara tradisional. Setelah adonan selesai dimasak, adonan dibentuk menjadi butiran kecil, kemudian setiap butir diikat menggunakan helaian daun siwalan agar bentuknya tetap padat dan tidak berubah selama proses penjemuran. Teknik tersebut menjadi salah satu ciri khas pembuatan Jubadha sekaligus menunjukkan pemanfaatan pohon siwalan yang melimpah di Desa Karduluk.
Setiap kemasan Jubadha berisi sekitar 12–15 butir dan dipasarkan seharga Rp2.000. Produk tersebut didistribusikan ke sejumlah toko oleh-oleh di kawasan Prenduan.
Keunikan lainnya, Jubadha diproduksi tanpa menggunakan bahan pengawet kimia. Untuk menjaga kualitas produk, pelaku UMKM mengandalkan proses penjemuran sebagai metode pengawetan alami. Dengan cara tersebut, Jubadha dapat bertahan hingga sekitar satu bulan apabila disimpan dalam kondisi yang baik.
Menurut Buk Sum, hingga saat ini masih terdapat empat rumah produksi yang secara konsisten memproduksi Jubadha di Desa Karduluk. Produk tersebut masih memiliki pasar tersendiri dan banyak diminati sebagai camilan maupun oleh-oleh. Bahkan, tidak sedikit pembeli yang membawa Jubadha sebagai bekal perjalanan, termasuk saat menunaikan ibadah umrah dan haji, karena bentuknya yang kecil, praktis, dan mudah dikonsumsi.
Selain menawarkan cita rasa yang khas, Jubadha juga mencerminkan pemanfaatan potensi lokal Desa Karduluk. Mulai dari gula merah sebagai bahan utama hingga daun siwalan yang dimanfaatkan untuk mengikat setiap butir adonan, seluruh proses produksi menunjukkan bagaimana masyarakat mengolah sumber daya alam di sekitarnya menjadi produk bernilai ekonomi.
Di tengah berkembangnya berbagai produk pangan modern, Jubadha menjadi salah satu kekayaan kuliner lokal yang masih bertahan dengan mempertahankan proses produksi tradisional. Keunikan bahan, teknik pembuatan, serta keterkaitannya dengan potensi alam Desa Karduluk menjadikan Jubadha sebagai salah satu identitas kuliner yang layak diperkenalkan kepada masyarakat luas sekaligus memperkaya ragam oleh-oleh khas Kabupaten Sumenep.
