Mengajar dan Bermain: Catatan KKN Mahasiswa UNS di SDN 02 Karanggondang, Jepara

Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Sebelas Maret Surakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Moehammad Bintang Aimar Andika tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Jepara — Sepuluh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan rangkaian acara pengabdian mereka di Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, dengan menghadirkan program edukatif bagi siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 Karanggondang. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2026.
Program yang dirancang kelompok KKN tersebut menyasar siswa kelas III dan IV dengan pendekatan belajar berbasis eksperimen sederhana. Salah satu kegiatan yang paling dinantikan siswa adalah simulasi reaksi kimia sederhana antara cuka dan baking soda yang dikemas menyerupai fenomena letusan gunung berapi.

Melalui eksperimen ini, para siswa diajak memahami konsep dasar reaksi asam-basa secara visual dan interaktif, tanpa harus bergantung sepenuhnya pada penjelasan teoritis di dalam kelas. Pendekatan belajar sambil bermain semacam ini dinilai efektif untuk menumbuhkan rasa ingin tahu anak terhadap sains sejak usia dini.
Apel Pagi dan Ranking 1 Meriahkan Hari Anak Nasional
Momentum Hari Anak Nasional turut dimanfaatkan mahasiswa KKN UNS untuk mengadakan kegiatan belajar di luar ruang kelas (outing class) di lapangan desa Karanggondang. Rangkaian acara diawali dengan apel pagi bersama seluruh siswa, dilanjutkan dengan permainan edukatif bertajuk "Ranking 1" yang menguji sejauh mana pengetahuan umum yang dimiliki para siswa.
Permainan tersebut dirancang agar suasana belajar terasa lebih santai namun tetap sarat muatan edukatif. Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, sebagai penanda bahwa metode pembelajaran partisipatif mampu mendorong keterlibatan aktif anak dalam proses belajar.
Harapan untuk Pendidikan di Desa
Kegiatan pengajaran dan perayaan Hari Anak Nasional ini merupakan salah satu wujud kontribusi mahasiswa KKN UNS dalam mendukung penguatan pendidikan di tingkat sekolah dasar, khususnya di wilayah pedesaan seperti Karanggondang. Kelompok KKN berharap program-program semacam ini dapat memberikan dampak yang berkelanjutan bagi tumbuh kembang serta motivasi belajar anak-anak setempat.
Lebih jauh, kegiatan KKN ini diharapkan menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung kemajuan kehidupan berbangsa, sekaligus mempererat hubungan antara dunia akademik dan masyarakat melalui program pengabdian yang berorientasi pada pemberdayaan pendidikan di tingkat akar rumput.
