Pecah Belenggu Dolar: Tantangan dan Peluang Dedolarisasi di Indonesia

Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Sebelas Maret Surakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Moehammad Bintang Aimar Andika tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dedolarisasi adalah proses pengurangan penggunaan dolar AS sebagai mata uang utama dalam perdagangan dan transaksi internasional. Indonesia telah mengadopsi kebijakan ini melalui mekanisme Local Currency Transaction (LCT), yang memungkinkan perdagangan dengan negara mitra menggunakan mata uang lokal, seperti rupiah dan mata uang negara lain. Langkah ini diambil untuk melindungi ekonomi dari fluktuasi nilai tukar dolar yang dapat memengaruhi stabilitas harga impor dan ekspor.

Untuk waktu yang lama, dolar AS telah menjadi mata uang utama dalam perdagangan internasional. Namun, ketergantungan ini membawa risiko, terutama ketika nilai tukar berubah sangat cepat. Indonesia menggunakan dedolarisasi untuk mengurangi dampak negatif dari kebijakan ekonomi negara-negara besar seperti Amerika Serikat, termasuk kemungkinan pajak impor yang dapat membahayakan perekonomian nasional.
Berikut adalah kuntungan untuk Indonesia jika berhasil menerapkan strategi dedolarisasi yang efektif :
Stabilitas Finansial: Dengan mengurangi ketergantungan pada dolar, Indonesia dapat memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah.
Hemat Biaya Perdagangan: Transaksi menggunakan mata uang lokal dapat mengurangi biaya konversi mata uang dan risiko nilai tukar.
Variasi dalam Cadangan Devisa: Dedolarisasi memungkinkan Indonesia untuk mendiversifikasi cadangan devisa, sehingga lebih tahan terhadap tekanan eksternal dari krisis keuangan global.
Perluasan Kolaborasi Antar Negara: Dengan menggunakan mata uang lokal, Indonesia dapat memperkuat hubungan dagang dengan negara-negara mitra, seperti China dan Korea Selatan, tanpa bergantung pada dolar AS.
Meskipun dedolarisasi memiliki banyak keuntungan, ada beberapa masalah. Salah satunya adalah resistensi dari sektor-sektor yang masih bergantung pada dolar untuk transaksi internasional. Selain itu, mengingat ancaman kebijakan proteksionis AS—seperti yang diungkapkan oleh Donald Trump—juga dapat menjadi ancaman bagi negara-negara yang berusaha mengurangi ketergantungan mereka pada dolar (Kamalina, 2024).
Secara keseluruhan, dedolarisasi merupakan langkah strategis bagi Indonesia untuk menciptakan sistem ekonomi yang lebih mandiri dan stabil. Dengan terus memperkuat kerjasama bilateral dan memanfaatkan mata uang lokal, Indonesia berharap dapat mengurangi dampak negatif dari ketergantungan pada dolar AS dan meningkatkan ketahanan ekonominya di pasar global.
Kajian Pustaka
Kamalina, A. R. (2024, November 19). Mengingat ancaman Trump terhadap dedolarisasi: Akankah Indonesia terkena dampaknya? Bisnis.com
