Konten dari Pengguna

Langkah Kaki, Cerita Hati : Mendaki Bersama Sahabat

Bimo Aji prayogo

Bimo Aji prayogo

Saya adalah Mahasiswa akademisi di bidang ilmu hadis universitas UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

·waktu baca 2 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bimo Aji prayogo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

foto pendakian gunung Islami bersama sahabat (dokumen pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
foto pendakian gunung Islami bersama sahabat (dokumen pribadi)

Mendaki gunung bukan hanya perkara mencapai puncak. Di balik langkah yang berat dan napas yang terengah, tersimpan pelajaran hidup yang tak terbeli. Gunung menjadi ruang sunyi yang justru rami akan makna. Dalam pendakian, kita menemukan sahabat sejati, ukhuwah yang tumbuh tanpa dibuat-buat, dan doa-doa yang lebih tulus daripada biasanya.

Di ketinggian itulah kita sadar, bahwa bukan puncak yang paling berharga, melainkan perjalanan dan kebersamaan dalam mencapainnya.

Pendakian Bukan Sekadar Olahraga : Ia Adalah Jalan Mendekatkan Diri

pendakian sering kali dianggap hanya sebagai aktivitas fisik. Tapi bagi pendaki yang membawa nilai islam dalam ranselnya, setiap langkah adalah dzikir, setiap tanjakan adalah latihan sabar. Saat sinyal hilang dan dunia maya tertinggal, justru ruang batin jadi lebih terbuka untuk mengingat allah, dan disinilah hati mulai tenang. Allah berfirman dalam Al-Quran :

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang” (QS.Ar. Ra’d 28).

Ukhuwah Islamiyah di Lereng Gunung

Dalam perjalanan, kita tak bisa egois. Seorang teman kelelahan, kita bantu. ada yang sakit, kita tunggu. Di situlah ukhuwah bekerja bukan hanya sebagai teori, tapi praktik nyata. Islam mengajarkan kita untuk menjadi saudara yang tidak meninggalkan saudaranya, dan pendakian adalah ladang amal bagi ukhuwah islamiyah yang sejati.

Etika Muslim di Alam Bebas

Gunung adalah ciptaan allah yang harus dijaga. Membuang sampah sembarangan, merusak vegetasi atau bersikap arogan terhadap alam adalah bentuk ketidaksyukuran. Seorang muslim harus punya adab, bukan hanya terhadap manusia, tapi juga terhadap bumi. Alam adalah amanah, dan seorang pendaki muslim seharusnya menjadi teladan dalam menjaga kelestariannya.

Doa dan Spiritualitas dalam pendakian

foto oleh penulis (dokumen pribadi)

Ada momen-momen dalam pendakian yang membuat kita merasa kecil. Saat itu, kita spontan berdoa. Doa tidak perlu keras, cukup lirih, tapi tulus dari hati. Dalam sunyi dan lelahnya tubuh, kita merasa lebih dekat dengan sang pencipta. Pendakian bukan hanya sekadar naik gunung, tapi juga nail level iman, insyaAllah.

Belajar Empati dan Kepedulian Sosial

Tidak semua orang kuat dengan beban yang sama. Dalam pendakian, kita belajar menyesuaikan tempo, berbagi logistik dengan pendaki lain, bahkan berbagi jaket saat dinginnya gunung di malam hari. Nilai-nilai inilah yang sejalan dengan islam yang menekankan empati dan saling peduli. Di sinilah pendakian menjadi lebih dari sekadar hobi, melaikan ia menjadi sarana pendidikan karakter yang kita tidak dapatkan di bangku sekolah.