Konten dari Pengguna

Mahasiswa FBDUB Dorong Semangat Pendidikan Tinggi di SDN 1 Sukolilo

Bintang Corvi Diphda

Bintang Corvi Diphda

Mahasiswa Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya.

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bintang Corvi Diphda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa program FISIP Berbakti Desa Universitas Brawijaya (FBDUB) Kompak 2025 terus menghadirkan kontribusi nyata di berbagai desa di Kabupaten Malang. Salah satu inisiatif unggulan lahir dari Kelompok 19, yang bertugas di Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, melalui program kerja bertajuk “Kobarkan Api (Kobarkan Harapan dan Gapai Mimpi)”.

Program ini dilaksanakan pada Kamis (17/07/2025), dengan menyasar siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6 di SDN 1 Sukolilo. Inisiatif ini diprakarsai oleh Bintang Corvi Diphda, mahasiswa peserta KKN FBD, sebagai respons atas minimnya motivasi anak-anak desa untuk bercita-cita tinggi dan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Gambar 1. Dokumentasi Kegiatan Proker "Kobarkan Api"
zoom-in-whitePerbesar
Gambar 1. Dokumentasi Kegiatan Proker "Kobarkan Api"
Gambar 2. Dokumentasi Kegiatan Proker "Kobarkan Api"

Dalam pelaksanaannya, program ini mengusung pendekatan edukatif dan komunikatif yang melibatkan anak-anak secara aktif. Bintang memulai kegiatan dengan menyampaikan pemaparan materi sederhana mengenai pentingnya pendidikan, diikuti dengan sesi diskusi dan permainan bersama para siswa/i. Para murid diajak memahami alasan mengapa pendidikan menjadi kunci untuk meraih mimpi dan memperluas peluang masa depan.

Gambar 3. Dokumentasi Kegiatan Proker "Kobarkan Api"

Namun, yang menjadi inti dari kegiatan ini adalah pemaparan sebuah karya produk edukatif berupa poster dengan desain menarik dan muatan informatif dan motivasional. Poster ini dirancang untuk audiens anak Sekolah Dasar dengan muatan penuh warna dan menggunakan ilustrasi yang ramah anak.

Poster “Kobarkan Api”: Visualisasi Harapan dan Cita-cita

Gambar 4. Poster "Kobarkan Api"

Poster yang diberi nama “Kobarkan Api” memuat sejumlah pesan kunci tentang pentingnya pendidikan dan manfaat meraih jenjang pendidikan tinggi. Saat pemaparan isi poster, Bintang menjelaskan satu per satu poin penting di hadapan para siswa. Ia menggunakan bahasa sederhana yang dekat dengan siswa/i SD agar setiap anak dapat menginternalisasi pesan-pesan motivasi tersebut.

Anak-anak pun diajak bermain mengenai tebak-tebakan profesi dan relevansi pendidikan tinggi yang disambut antusiasme tinggi dan tawa ceria dalam ruang kelas. Kegiatan ini menciptakan ruang interaktif yang menyenangkan dan membuat anak-anak merasa dilibatkan secara aktif dalam proses belajar.

Produk Poster yang Berkelanjutan

Sebagai hasil nyata dari program ini, poster “Kobarkan Api” tidak sekadar menjadi media sekali pakai, tetapi dipasang secara permanen di lingkungan sekolah sebagai sarana visual yang dapat terus dilihat dan dibaca oleh siswa setiap harinya. Total 4 hingga 5 poster ditempel di beberapa ruang kelas strategis di SDN 1 Sukolilo, dengan fokus pada kelas atas (kelas 4–6) yang tengah memasuki fase penting dalam pembentukan motivasi diri.

Desain poster yang menarik, dipadukan dengan isi yang bermuatan inspirasi jangka panjang, menjadikan karya ini sebagai bentuk produk edukatif yang berkelanjutan dan fungsional. Produk ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat belajar secara konsisten, bahkan setelah program KKN selesai.

“Harapan saya, poster ini bisa menjadi teman visual harian bagi adik-adik SDN 1 Sukolilo. Ketika mereka membaca kalimat ‘Kobarkan Harapan dan Gapai Mimpi’ setiap hari, semoga itu menumbuhkan keyakinan bahwa mereka juga bisa sampai ke bangku pendidikan tinggi dan mencapai cita-cita mereka suatu saat nanti,” tutur Bintang Corvi Diphda.

Pihak sekolah juga menyambut positif inisiatif ini. Guru-guru menyampaikan bahwa pendekatan visual semacam ini cocok untuk meningkatkan motivasi anak di usia dasar, apalagi dengan sentuhan ilustrasi yang mendekatkan pesan edukasi dengan imajinasi anak-anak.