Konten dari Pengguna

Migrasi Iklim di Kiribati Ketika Sebuah Negara Menghadapi Ancaman Tenggelam

Ning Yani Bintang Aulia
Mahasiswa Hubungan Internasional di Universitas Bali Internasional
3 November 2025 15:07 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Migrasi Iklim di Kiribati Ketika Sebuah Negara Menghadapi Ancaman Tenggelam
Tulisan ini membahas migrasi iklim di Kiribati, negara kepulauan kecil di Pasifik Selatan yang terancam tenggelam akibat kenaikan suhu dan permukaan laut.
Ning Yani Bintang Aulia
Tulisan dari Ning Yani Bintang Aulia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Foto oleh Mohamed Uzain dari unsplash.com/s/photo/kiribati
zoom-in-whitePerbesar
Foto oleh Mohamed Uzain dari unsplash.com/s/photo/kiribati
ADVERTISEMENT
Dampak Kenaikan Suhu dan Permukaan Laut
Kenaikan suhu di permukaan bumi berdampak signifikan pada kehidupan manusia dan keseimbangan lingkungan global. Menurut laporan dari Indicators of Global Climate Change 2024, 2024 merupakan tahun pertama dalam sejarah modern dimana suhu bumi hampir melewati ambang batas +1,5 °C dibandingkan era pra-industri (Forster, 2025). Peningkatan ini tidak hanya memperkuat bukti terjadinya pemanasan global, hal ini juga mempercepat berbagai proses lingkungan yang berisiko, termasuk meningkatnya permukaan laut. Hal ini terlihat dari peningkatan suhu laut yang menyebabkan terjadinya ekspansi termal air laut dan mempercepat mencairnya lapisan es di Greenland dan Antartika, dampaknya terasa secara global terutama untuk negara-negara kepulauan kecil di kawasan Pasifik Selatan seperti Kiribati yang terancam tenggelam (Sinaga, 2021).
ADVERTISEMENT
Definisi dan Tipe Migrasi Lingkungan (Environmental Migration)
Migrasi lingkungan didefinisikan sebagai perpindahan individu maupun kelompok masyarakat yang disebabkan oleh perubahan lingkungan yang terjadi secara tiba-tiba maupun bertahap, dan secara langsung berdampak pada kelangsungan hidup (IOM, 2024). Migrasi lingkungan terbagi menjadi 3 bentuk berdasarkan literatur yang merujuk pada International Organization for Migration (IOM)
1. Migrasi darurat lingkungan: sebuah perpindahan yang disebabkan oleh bencana tiba-tiba, seperti badai tropis, gempa bumi, banjir besar, dan lainnya.
2. Migrasi paksa akibat degradasi lingkungan yang bertahap: sebuah perpindahan yang disebabkan oleh penggurunan, kekeringan parah, serta meningkatnya permukaan laut.
3. Migrasi yang didorong oleh motivasi lingkungan: sebuah perpindahan ketika seseorang memutuskan untuk melakukan perpindahan guna mengantisipasi risiko lingkungan dimasa yang akan datang.
ADVERTISEMENT
Kerangka Teoritis
Analisis migrasi iklim di Kiribati dapat dilihat menggunakan teori kontruktivisme, relevansinya dapat dilihat dari bagaiman suatau ancaman lingkungan membentuk identitas dan tindakan negara Kiribati. Kiribati menafsirkan krisis iklim tidak hanya sekedar bencana alam, namun suatu tantangan terhadap keberlanjutan budaya danmartabat nasional, yang tercermin melalui kebijakan seperti “Migration with Dignity
Lokasi Geografis, Kerentanan dan Migrasi Lingkungan di Kiribati
Kiribati berlokasi di tengah Samudra Pasifik dan terdiri dari tiga kelompok pulau utama, yakni Gilbert, Line Islands, dan Phoenix. Luas daratan dari Kiribati hanya sekitar 811km², sedangkan wilayah lautnya mencapai sekitar 3,5 juta km², di mana sebagian besar daratannya berupa atol datar dengan ketinggian kurang dari 3 meter di atas permukaan laut. Kondisi geografis Kiribati membuat negara tersebut rentan terhadap kenaikan permukaan air laut, erosi, intrusi air asin, dan bencana akibat perubahan lingkungan. Perubahan lingkungan di Karibati memicu migrasi internal menuju ibu kota South Tarawa, 10 tahun terakhir 81% penduduk Kiribati terdampak oleh kenaikan air laut sedangkan 94% terdampak banjir (Corcoran, 2022).
ADVERTISEMENT
Pola Migrasi Internasional
Migrasi internasional Kiribati didorong oleh tekanan lingkungan, negara utama tujuan migrasi Kiribati ialah New Zealand, Fiji, dan Australia yang dimana menawarkan peluang pekerjaan, pendidikan, dan kehidupan yang stabil. Migran tidak hanya mencari kehidupan lebih baik, namun juga mengirim remitasi untuk mendukung ekonomi keluarga, pendidikan anak, dan kebutuhan sehari-hari. Program seperti Pacific Australia Labour Mobility memberikan peluang bagi masyarakat Kiribati untuk bekerja secara legal, sedangkan Fiji menjadi tujuan utama masyarakat Kiribati karena lokasi geografis yang dekat, dan Australia menjadi tujuan bagi masyarakat Kiribati karena terdapat peluang pendidikan, dan keterampilan (Remling, 2020).
Migration with Dignity
Pemerintah Kiribati mengeluarkan strategi Migration with Dignity, hal ini dipertimbangkan untuk menjaga identitas budaya serta hak atas tanah leluhur Kiribati, hal ini juga merupakan tujuan Pemerintah Kiribati mempersiapkan masyarakat Kiribati untuk bermigrasi secara bermartabat melalui peningkatan keterampilan kerja (Kraler, Katsiaficas, & Wagner, 2020).
ADVERTISEMENT
Peran Organisasi Internasional & Organisasi Internasional Non-Pemerintah
IOM memiliki peran yang signifikan dalam memberi dukungan migrasi adaptif terhadap masyarakat Kiribati melalui kerangka kebijakan perlindungan, hukum, dan pelatihan disertai dengan penekanan bahwa migrasi iklim merupakan bentuk adaptasi bukan kegagalan dalam pembangunan (IOM, 2024). Sementara itu, International Non-Govermental Organization (INGO) seperti GreenPeace yang berfokus pada lingkungan, mendorong keadilan iklim (climate justice) dengan tujuan isu-isu migrasi iklim di negara kepulauan kecil seperti Kiribati agar diakui secara global, hal ini memperkuat tanggung jawab moral dan norma solidartitas dalam respons internasional terhadap migrasi iklim (Remling, 2020).
Kesimpulan
Migrasi iklim yang terjadi di Kiribati menekankan bahwa perubahan lingkungan ekstrem bukan hanya masalah fisik, namun termasuk ancaman terhadap identitas, martabat nasional, dan budaya. Respon yang diberikan oleh negara, masyarakat, organisasi internasional, dan INGO menggambarkan perlunya strategi adaptasi yang terintegrasi dan bermartabat bagi negara-negara kepulauan kecil yang terancam oleh isu lingkungan seperti Kiribati. Kasus Kiribati mencerminkan bagaimana ancaman lingkungan mendorong inovasi kebijakan, kolaborasi regional, dan tanggung jawab global dalam menghadapi migrasi iklim.
ADVERTISEMENT
Bibliography
Forster, P. M. (2025). Indicators of Global Climate Change 2024: annual update of key indicators of the state of the climate system and human influence. Earth System Science Data, 2641–2663.
Sinaga, M. (2021). Dampak Perubahan Iklim di Pasifik Selatan: Ancaman Naiknya Permukaan Air Laut Terhadap Eksistensi Negara dan Penduduk Kiribati . Papua Journal of Diplomacy and International Relations, 37.
Laczko, F., & Aghazarm, C. (2009). Migration, Environment and Climate Change: Assessing The Evidence. Switzerland: International Organization for Migration.
IOM, I. O. (2024). Legal Aspects of Protecting Migrants’ Rights in the Context of Disas- ters, Climate Change and Environmental Degradation. Geneva: International Organization for Migration.
Corcoran, J. (2022). Implications of Climate Change For The Livelihoods of Urban Dwellers in Kiribati. Hamilton: Environment and Conservation Division-MELAD.
ADVERTISEMENT
Remling, E. (2020). Migration as climate adaptation? Exploring discourses amongst development actors in the Pacific Island region. Regional Environmental Change , 3-6.
Kraler, A., Katsiaficas, C., & Wagner, M. (2020). Climate Change and Migration. England: Policy Department for Citizens’ Rights and Constitutional Affairs Directorate-General for Internal Policies.
International Organization for Migration, I. (2024). Legal Aspects of Protecting Migrants’ Rights in the Context of Disasters, Climate Change and Environmental Degradation. Geneva: IOM.
Remling, E. (2020). Migration as Climate Adaptation? Exploring Discourses amongst Development Actors in the Pacific Island Region. Regional Environmental Change, 3-6.