Karya Sastra sebagai Motivasi Siswa dalam Berkarya
Tulisan dari Bintan Inayah Rahmaniyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Karya sastra adalah wujud dari kreativitas seseorang atas perasaan, pikiran, dan ide yang dimilikinya. Dengan kata lain, karya sastra dapat diartikan sebagai hasil khayalan atau imajinasi manusia berdasarkan inspirasi dari kehidupan. Karya sastra sangat erat kaitannya dengan budaya. Hakikat karya sastra sendiri adalah karangan, rekaan, khayalan, atau imajinasi. Imajinasi dalam karya sastra adalah imajinasi yang bersumber dari suatu fakta atau kenyataan.
Dengan kata lain, karya sastra pada hakikatnya merupakan rekaan yang tersusun ulang atas dasar kenyataan. Bahasa sastra memiliki ciri khas yang berbeda dengan bahasa ilmiah atau bahasa sehari-hari. Ciri khas dari bahasa sastra adalah bersifat ambigu dan homonim, serta memiliki kategori-kategori yang tidak rasional dan tidak teratur seperti gender. Bahasa sastra memiliki asosiasi terhadap ungkapan atau karya yang sudah diciptakan sebelumnya. Dalam karya sastra, secara sengaja sarana-sarana bahasa difungsikan untuk lebih sistematis. Seorang pengarang memiliki kebebasan dalam berbahasa untuk merealisasikan idenya dalam karya sastra yang ia ingin ciptakan.
Walaupun karya sastra bersumber dari imajinasi, tahukah kamu bahwa karya sastra sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Dari karya sastra kita sebagai pembaca dapat menyadari tentang kebenaran-kebenaran mengenai hidup, walaupun dituliskan dalam karya sastra memberikan kepuasan emosi dan kegembiraan bagi para penikmatnya, siapapun bisa menuangkan isi hati dan pikirannya dalam sebuah karya sastra yang bernilai seni dan dapat dijadikan sebagai pengalaman dalam berkarya. Melalui sastra, kita bisa mempelajari arti dari kehidupan yang sesungguhnya.
Berdasarkan pada uraian sebelumnya, karya sastra merupakan hal penting yang perlu dikenalkan bagi siswa sejak dini. Hal itu dapat diperoleh dari pembelajaran materi bahasa Indonesia di sekolah yang berhubungan dengan kompetensi siswa dalam bersastra. Melalui mata pelajaran bahasa Indonesia, siswa dapat melakukan kegiatan apresiasi sastra. Kegiatan tersebut adalah bentuk pengenalan sastra terhadap siswa melalui banyak kegitan seperti, membaca, memahami, menganalisis, dan menafsirkan karya sastra. Selain itu, apresiasi juga mengandung makna pengenalan melalui perasaan atau kepekaan batin, dan pengakuan terhadap nilai-nilai keindahan yang diungkapkan oleh sang pengarang.
Pembiasaan siswa untuk melakukan kegiatan membaca sastra dapat membantunya untuk melangkah ke tahap selanjutnya. Tahap selanjutnya yang perlu dikuasai siswa adalah tahap mengkaji dan menciptakan karya sastra. Menciptakan sastra merupakan pemberian tanggapan siswa diwujudkan baik burukya karya sastra yang telah dibacanya. Tanggapan yang diberikan dapat diwujudkan baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Kemampuan siswa dalam keterampilan mencipta karya sastra berupa cerita fantasi dikorelasi oleh budaya membaca. Budaya membaca menjadi faktor utama proses siswa dalam memahami karya sastra.
Motivasi sendiri adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya perasaan dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan (Sardiman, 2012). Berdasarkan pendapat tersebut, motivasi berarti suatu gairah pada diri seseorang baik rangsangan dari dalam ataupun dari luar dengan tanggapan adanya tujuan sehingga seseorang tergerak untuk melakukan perubahan energi atau aktivitas tertentu ke arah yang lebih baik daripada aktivitas sebelumnya dan dengan tujuan yang hendak dicapai. Motivasi muncul sebagai dukungan untuk meningkatkan minat membaca. Motivasi merupakan strategi yang digunakan untuk mendorong seseorang menyukai kegiatan membaca.
Menyimak dan motivasi membaca yang tinggi diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan siswa terhadap karya sastra. Kecintaan membaca menjadi modal yang sangat penting untuk mempelajari sastra. Membaca karya sastra tidak hanya sebagai kesenangan atau hiburan, tetapi juga bertujuan untuk memperkaya pengetahuan, nalar, kepribadian, dan watak siswa. Kecintaan membaca yang tinggi pastinya akan meningkatkan pemahaman siswa terhadap karya sastra.
Dengan pemahaman yang baik terhadap karya sastra diharapkan dapat meningkatkan daya tanggap siswa terhadap karya sastra itu sendiri. Motivasi membaca dan menyimak bacaan memiliki pengaruh dengan kemampuan menulis menulis cerita fantasi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa karya sastra dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk berprestasi dalam menciptakan karya-karya baru.
Referensi
Abdian, Y. (2012). Pembelajaran Sastra Sebagai Salah Satu Wujud Implementasi Pendidikan Berkarakter. Jurnal Basatra, Vol 1(1), 1-9.
Alpian, M. (2016). Pengaruh Motivasi, Keyakinan Diri, dan Persepsi Siswa Terhadap Apresiasi Karya Sastra Siswa SMP. Jurnal Lingtera, Vol 3(1), 7-15.
Sardiman. (2012). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers.

