Konten dari Pengguna

Diaspora Madura Canangkan Pembangunan Madura 2030-2050 Pada Hari Kemerdekaan

PPI Dunia

PPI Dunia

PPI Dunia adalah wadah organisasi yang menaungi seluruh pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari PPI Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hari Kemerdekaan Dimanfaatkan Anak Muda Madura di Luar Negeri untuk Memikirkan Bagaimana Membangun Madura 2030 – 2050
zoom-in-whitePerbesar
Hari Kemerdekaan Dimanfaatkan Anak Muda Madura di Luar Negeri untuk Memikirkan Bagaimana Membangun Madura 2030 – 2050

Ditengah perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-76 dalam kondisi Pandemi Covid-19, Selasa 17 Agustus 2021, beberapa pemuda asal Madura yang tergabung dalam Ikatan Tretan Intelektual Internasional (ITII) berkumpul secara virtual. ITII dibentuk oleh Choirul Anam yang merupakan Koordinator Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPI Dunia) 2020-2021 bersama mahasiswa para diaspora Madura yang sedang kuliah di luar negeri.

Pada pertemuan virtual pertama yang dilakukan bertepatan dengan Hari Kemerdekaan, ITII sebagai forum diaspora Madura yang berada di seluruh dunia berkomitmen untuk ikut berperan aktif memberikan sumbangsih pikirannya untuk membangun Madura menuju era Ekonomi Global menghadapi tahun 2030 dan 2050. Tiongkok akan menjadi kekuatan ekonomi besar dunia pada tahun 2030 dan 2050, sedangkan Indonesia menurut PWC akan berada di peringkat ke-9 pada 2030 dan peringkat ke-4 dunia pada 2050. Momentum inilah yang ingin dimanfaatkan oleh ITII untuk membangun narasi positif terhadap Madura serta menghapus stigma negatif bahwa orang Madura hanya bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan berkualitas rendah.

Cak Anam yang merupakan mahasiswa PhD dibidang Kebijakan Publik di Charles University Republik Ceko, mengatakan bahwa upaya peningkatan pembangunan di Madura setidaknya harus dimulai dari peningkatan kualitas SDM terlebih dahulu.

"Berdasarkan penelitian Daniela Mihaela Neamtu (2014) dalam teori human capital accumulation diketahui bahwa pendidikan merupakan salah satu variable paling berpengaruh dalam meningkatkan kualitas SDM. karena dengan investasi terhadap kualitas pendidikan yang tinggi akan berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas tenaga kerja yang akan mendorong kemajuan ekonomi suatu negara" Jelas Cak Anam.

Hadir pula Ali Ihsanul Qauli, Mahasiswa PhD di KNIT Korea Selatan yang merupakan Presiden Perpika (PPI Korea) 2019-2020. Ali menambahkan bahwa untuk membangun Madura harus ditentukan terlebih dahulu problem statement yang diharapkan. Pahami budaya dan kehidupan sosial masyarakat Madura.

"Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan diskusi antara ITII dan Stakeholders yang ada di Madura untuk mengetahui narasi kuat apa yang perlu dibangun untuk kemudian diberikan masukan kepada policy makers" Tutur Ali.

Rizky Dwi Kurniawan, Mahasiswa Master di RWT Aachen Jerman, kampusnya BJ Habibie, dari pengalamannya selama enam tahun di Jerman melihat pentingnya peningkatan kualitas SDM dan Pendidikan untuk membangun Madura kedepan.

Andhika Febri Suswantoro, Mahasiswa Master di Universitatea Babes-Bolyai Rumania, mengatakan bahwa perlu peningkatan hubungan yang baik antara pembuat kebijakan dengan lembaga riset dan para akademis agar hasil kajian tentang pembangunan bisa diimplementasikan dengan baik saat membuat kebijakan. Karena di Rumania, negaranya bisa maju berkat kolaborasi antara pemerintah dan kampus yang baik.

Angger Baskoro, Mahasiswa PhD di NYCU Taiwan juga melihat ada peluang Madura sebagai negara kepulauan untuk mengembangkan energi terbarukan dengan memanfaatkan wind energy.

"Jika ini dimanfaatkan dengan baik maka masalah listrik dan internet yang belum terpasang dengan baik di pulau-pulau terpencil Madura dapat diselesaikan" Jelas Angger.

Pertemuan Virutal ini juga diikut oleh Muhammad Khairul Umam, Mahasiswa Master di IIUM Malaysia, Rasyuhdi Mahasiswa di Nanjing University Tiongkok, dan Khoirul Umam Hasbiy Mahasiswa PhD di Huazhong University Tiongkok yang juga merupakan Ketua PPI Wuhan 2020-2021. Seluruh diaspora Madura yang tergabung dalam ITII berkomitmen untuk mendorong perbaikan kebijakan dan peningkatan kualitas kebijakan melalui kebijakan yang berbasis pada peningkatan kualitas SDM, peningkatan kualitas pendidikan, serta pemanfaatan SDA Madura yang dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan pendapatan daerah.

Cak Anam memastikan bahwa kedepan akan semakin ditingkatkan pertemuan-pertemuan serupa untuk kemudian menentukan arah masukan yang diberikan kepada pemerintah oleh para diaspora muda Madura yang saat ini sedang kuliah di luar negeri. Selain itu, harapannya Pemerintah Daerah juga ikut mendengar dan mengajak serta para diaspora ini dalam memnetukan arah kebijakan dan pembangunan Madura kedepan. Dengan ilmu dan pengalaman yang didapat dari berbagai negara, masukan diaspora Madura ini akan menjadi masukan berarti dalam membangun Madura menghadapi momentum ekonomi global di 2030 dan 2050.