Konten dari Pengguna

PPI DUNIA DENGAN PUSBISINDO ADAKAN PROGRAM BELAJAR BAHASA ISYARAT

PPI Dunia

PPI Dunia

PPI Dunia adalah wadah organisasi yang menaungi seluruh pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari PPI Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kelas Bahasa Isyarat PPI Dunia
zoom-in-whitePerbesar
Kelas Bahasa Isyarat PPI Dunia

Program Belajar Bahasa Isyarat Asik (Bisik) yang diselenggarakan oleh Perhimpuan Pelajar Indonesia Dunia (PPI Dunia) Bidang Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat yang berkerja sama dengan Pusbisindo resmi dibuka pada Jumat (4/6). Program ini akan dilaksanakan selama sebulan, dari tanggal 5 Juni hingga 6 Juli 2021. Peserta kelas bahasa isyarat ini akan mendapatkan sertifikat resmi level 1 dari Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (PUSBISINDO).

Dalam sambutan pembukaan, Bayu Adhi Darmawan, selaku Ketua Pantia menyampaikan, “Melalui pembelajaran bahasa isyarat, secara langsung kita sudah membuat masyarakat Indonesia lebih inklusif terhadap kawan-kawan disabilitas.”

Sejalan dengan itu, Ketua Bidang Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat PPI Dunia 2020-2021 Rayhan Hanif Usamah berharap bahwa program ini bisa mendukung nilai equaty, diversity, dan inclusion di Indonesia. Lebih lanjut lagi, menurut Mahasiswa Kunsan National University Korea itu, “Communication is about the message and the people, not the medium.”

Acara opening ini juga dihadiri oleh Dra. Emma L.M. Nababan selaku Koordinator KKLP Penerjemahan Kemendikbud dan Laura Lesmana Wijaya, M.A. selaku Ketua PUSBISINDO. Menurut Peneliti Bahasa Isyarat Laboratorium Riset Bahasa Isyarat, Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia – LRBI FIB UI ini juga banyak teman tuli memiliki kesulitan dalam berkerja. Dra. Emma L.M. Nababan mengapresasi apa yang telah dilakukan PPM- PPID, “Peserta kelas bahasa ini nantinya tidak hanya menjadi juru bahasa sosial, tetapi bisa juga menjadi juru bahasa isyarat yang professional. Di lingkungan yang inklusif, kesempatan kerja untuk penyandang tuli pun akan meningkat.”

Pembukaan program Bisik ini juga diisi oleh penampilan Puisi berjudul Kuberharap Negeri Ini Menjadi Rumah Inklusif Bagi Setiap Warganya oleh Kurnia Dhafandy Ramadhan, Mahasiswa UIN Jakarta dan live drawing oleh Jasmira Lashamina Husna dengan judul Solidaritas.