PPI Institute 2024: Membangun Indonesia Emas Melalui Pembangunan Berkelanjutan

PPI Dunia
PPI Dunia adalah wadah organisasi yang menaungi seluruh pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri.
Konten dari Pengguna
15 Maret 2024 23:28 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari PPI Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
PPI Institute 2024 telah sukses menyelenggarakan acara terakhirnya pada hari Sabtu, 24 Maret 2024, dengan tema utama yang mengangkat isu "Pembangunan Berkelanjutan". Acara yang dihadiri oleh puluhan pemuda Indonesia dari berbagai belahan dunia ini menjadi tonggak penting dalam menjalankan visi Indonesia Emas 2045.
ADVERTISEMENT
Turut hadir dua narasumber yang sangat berpengalaman dari kantor staf kepresidenan, yaitu Bapak Wandy Nicodemus Tuturoong yang menjabat sebagai Plt. Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan dan Ibu Asmiati Malik yang menjabat sebagai Tenaga Profesional di Kedeputian IV Kantor Staf Presiden.
Acara dimulai dengan sambutan hangat dari Koordinator PPI Dunia 2023/2024, Hamzah Assuudy Lubis, yang menegaskan pentingnya menyatukan visi para pelajar untuk mewujudkan Indonesia Emas 2024 melalui pembelajaran dan pembangunan berkelanjutan. Pendekatan ini dianggap vital untuk mencapai cita-cita kemerdekaan Indonesia.
Muhammad Iqbal, Kepala Biro Satuan Pengendali Internal, Hukum, dan Kelemabagaan PPI Dunia 2023/2024, dalam Opening Statement-nya, menekankan bahwa PPI Institute merupakan langkah konkret para pemuda Indonesia untuk mewujudkan manifestasi Indonesia Emas 2045.
ADVERTISEMENT
Dipimpin oleh Agnia Dewi Larasati, Ketua Umum PPI Jerman, materi pertama menyoroti tantangan pemerataan pembangunan di Indonesia. Dengan populasi sekitar 270 juta jiwa, Indonesia dihadapkan pada tantangan krusial dalam mencapai pemerataan pembangunan. Agnina menegaskan bahwa hal ini tidak hanya penting dari segi ekonomi, tetapi juga berkaitan erat dengan peningkatan kualitas hidup dan pemberdayaan masyarakat.
Ibu Ibu Asmiati Malik, Tenaga Profesional di Kedeputian IV Kantor Staf Presiden menjadi narasumber pertama dalam acara terakhir PPI Institute 2024.
Ibu Asmiati Malik, narasumber pertama, memaparkan tentang Pemerataan Pembangunan dan Peran Pemuda. Ia menegaskan pentingnya kontribusi generasi muda dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan berperan dalam kebijakan pembangunan.
“Indonesia saat ini sedang dalam upaya untuk memeratakan pembangunan dengan cara mengalokasikan dana desa, membangun kawasan industri, dan memenuhi kebutuhan pangan. Upaya ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para generasi muda untuk berkontribusi dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan menjadi bagian dari policy making yang membangun negeri” ujarnya
ADVERTISEMENT
Materi kedua, didampingi oleh Aditya Pradana, analis Lingkungan dari Kemenko Perekonomian RI. Aditya menegaskan bahwa target Indonesia emas 2024 bukan hanya milik pemerintah, melainkan juga tanggung jawab bersama generasi muda. Ia menyoroti pentingnya persiapan untuk mengawal Indonesia keluar dari middle income trap dan bagaimana generasi muda dapat turut serta dalam mengawal momentum pembangunan, termasuk proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan konsep "forest city".
Bapak Wandy Nicodemus Tuturoong, Plt. Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan memaparkan materi tentang "IKN dan Masa Depan Indonesia"
Bapak Wandy Nicodemus Tuturoong membahas Pembangunan Ibu Kota Nusantara dan Masa Depan Indonesia. Beliau menyoroti pentingnya pemindahan ibu kota untuk meratakan kondisi ekonomi, serta menggambarkan Ibu Kota Nusantara sebagai Sustainable Smart City dengan berbagai strategi lingkungan yang terencana.
Seri terakhir PPI Institute 2024 ditutup dengan seremoni kelulusan dan pengumuman peserta terbaik yang dipimpin oleh Muhammad Dava Warsyahdhana, Kepala Sekolah PPI Institute 2024. Dalam kata penutupnya, Dava menegaskan peran penting generasi muda dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.
Dava Warsyahdhana, Kepala Sekolah PPI Institute 2024 menutup seri terakhir PPI Institute 2024 dengan seremoni kelulusan dan pengumuman peserta terbaik.
"Indonesia tidak hanya ditentukan oleh batas peta, tetapi oleh gerakan dan peran pemuda. Mari kita tingkatkan literasi, berorganisasi, berprestasi, dan berkontribusi tanpa pamrih untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan lebih bermartabat," ujar Dava.
ADVERTISEMENT