Kumparan Logo

AHY: Avtur Ramah Lingkungan Mulai Diterapkan 2027 di Bandara Soetta & Ngurah Rai

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat berbicara dalam sesi EAEU-ASEAN pada rangkaian St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026 di St. Petersburg, Rusia, Kamis (4/6/2026). Foto: Kemenko Infra
zoom-in-whitePerbesar
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat berbicara dalam sesi EAEU-ASEAN pada rangkaian St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026 di St. Petersburg, Rusia, Kamis (4/6/2026). Foto: Kemenko Infra

Pemerintah menargetkan penggunaan Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar penerbangan (avtur) yang ramah lingkungan mulai diterapkan pada penerbangan internasional pada 2027.

Tahap awal implementasi bakal dilakukan di dua bandara internasional terbesar di Indonesia, yakni Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang dan I Gusti Ngurah Rai Bali.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, penggunaan SAF bagian dari agenda pemerintah untuk meningkatkan daya saing industri penerbangan dalam hal transisi menuju transportasi yang berkelanjutan.

"SAF kita berbicara sustainable aviation fuel. Ke depan kita juga ingin menghadirkan strategi sekaligus kapasitas dan keunggulan kompetitif bagi maskapai mancanegara,” ujar AHY dalam agenda Rapat Tingkat Menteri di Kantor Kemenko Infrastruktur, Jakarta, Kamis (25/6).

video story embed

Kata AHY, implementasi awal SAF difokuskan pada campuran sebesar 1 persen untuk penerbangan internasional yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai.

"Jadi ini tahun 2027 semangatnya adalah kita menggunakan sustainable aviation fuel. Artinya ini sebagai alternatif dari avtur konvensional,” kata AHY.

"Ini jauh lebih bersih memang kita fokuskan dulu pada 1 persen penerbangan internasional dari Cengkareng, dari Soekarno-Hatta, dan juga dari Ngurah rai dua itu saja,” lanjutnya.

Selain mendorong pemanfaatan SAF, AHY ingin memastikan rantai pasok bahan bakar tersebut bisa dipenuhi dari dalam negeri sehingga mampu memperkuat industri energi nasional.

"Tentu kita harapkan produksinya juga bisa hulu ke hilir di dalam negeri sendiri. Dan harus memenuhi standar kualitas,” imbuh AHY.