Kumparan Logo

Airlangga Bakal Bahas Stimulus Atasi Harga Plastik Besok

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tiba jelang melaksanakan salat Idul Fitri 1447 H di Masjid Salahuddin Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Sabtu (21/3/2026). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tiba jelang melaksanakan salat Idul Fitri 1447 H di Masjid Salahuddin Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Sabtu (21/3/2026). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Pemerintah akan menggelar rapat lintas kementerian/lembaga pada Selasa (28/4) untuk merespons dampak yang dipicu kenaikan harga plastik global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pembahasan ini akan dilakukan oleh Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP).

Forum tersebut akan mengkaji langkah cepat untuk meredam dampak kenaikan harga plastik terhadap harga barang di dalam negeri.

“Besok kita akan bahas dalam rapat tim Satgas. Satgas Percepatan Perekonomian Nasional. Termasuk debottlenecking,” kata Airlangga di kantornya, Senin (27/4).

Dalam rapat tersebut, pemerintah juga akan membahas opsi pemberian stimulus agar tekanan dari kenaikan harga plastik global tidak terus mendorong inflasi barang konsumsi.

Namun, Airlangga belum merinci skema kebijakan yang akan diambil. Meski demikian, ia meminta publik menunggu hasil rapat untuk mengetahui arah kebijakan yang disiapkan pemerintah.

“Tunggu, besok baru dibahas,” tegasnya.

Airlangga merupakan Ketua I Satgas P2SP, sementara Ketua II dipegang Menteri Sekretaris Negara.

Satgas ini juga memiliki tiga wakil ketua, yakni Menteri Keuangan, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, serta Menteri PPN/Kepala Bappenas.

Harga plastik di Indonesia melonjak tajam pada April 2026, dengan kenaikan mencapai 50-100 persen. Lonjakan ini dipicu gangguan pasokan nafta akibat perang di Iran.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada pelaku UMKM dan pedagang, terutama akibat naiknya biaya kemasan. Pemerintah kini didorong untuk mencari alternatif sumber pasokan sekaligus mempercepat substitusi bahan baku guna menekan dampak lanjutan.

instagram embed