Kumparan Logo

Airlangga Bertemu Mendag China, Bahas Investasi USD 2,5 Miliar-Kawasan Industri

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers terkait perjanjian perdagangan timbal balik Indonesia-AS di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026).  Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers terkait perjanjian perdagangan timbal balik Indonesia-AS di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap pemerintah membahas realisasi investasi senilai USD 2,5 miliar bersama Menteri Perdagangan (Mendag) China, Wang Wentao.

Pembahasan dilakukan di sela kunjungan Airlangga ke Shanghai, China, pada Jumat (17/7) yang juga menghasilkan keikutsertaan Indonesia sebagai negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO).

Airlangga mengatakan pertemuannya dengan Wang Wentao berfokus pada tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani antara Kementerian Perdagangan China (MOFCOM) dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI.

"Dan yang pertanyaan berikut, pembicaraan dengan Menteri Perdagangan Wang Wentao, kita membahas mengenai MOU yang sudah ditanda tangani antara MOFCOM dan Kementerian Perekonomian,” ucap Airlangga saat konferensi pers daring, Jumat malam (17/7).

Salah satu isu yang dibahas adalah pengembangan proyek Two Countries Twin Parks, termasuk percepatan pengembangan kawasan industri Batang di Jawa Tengah.

"Salah satunya adalah two countries twin park, di mana pekembangan industri di Batang diharapkan bisa terus ditingkatkan,” lanjut dia.

video story embed

Menurut Airlangga, ada sejumlah tantangan dalam implementasi proyek tersebut. Salah satunya permintaan perusahaan-perusahaan asal China yang beroperasi di luar kawasan ekonomi khusus (KEK) agar memperoleh fasilitas yang setara dengan perusahaan di dalam KEK.

Selain itu, kedua pihak juga membahas implementasi nota kesepahaman lain yang telah disepakati sebelumnya dengan nilai investasi mencapai USD 2,5 miliar.

"Dan kemudian juga kami membahas mengenai MOU yang sudah ditanda tangani beberapa waktu yang lalu yang investasinya sekitar 2,5 miliar USD,” ujar Airlangga.

Airlangga juga mengungkap dirinya bertemu Presiden China Xi Jinping dalam sebuah jamuan makan malam. Katanya, pertemuan itu berlangsung dalam suasana silaturahmi dan Xi Jinping menitipkan salam kepada Presiden Prabowo Subianto.

Airlangga melanjutkan, Presiden Xi Jinping berharap keikutsertaan Indonesia sebagai pendiri WAICO dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kecerdasan artifisial, khususnya di kawasan Indo-Pasifik.