Airlangga: Kawasan Ekonomi Khusus Gresik-Kendal Hampir Penuh, Bakal Diperluas

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan beberapa Spesial Economic Zone atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sudah hampir penuh dan akan terus diperluas.
Airlangga mengatakan, beberapa KEK akan terus dikembangkan karena hampir 100 persen terisi. Di antaranya KEK Gresik Jawa Timur, KEK Kendal Jawa Tengah, dan KEK Galang Batang, Kepulauan Riau.
"Zona ekonomi khusus kita di Gresik sedang berkembang karena hampir 80 persen terisi, dan kemudian juga di Kendal, kita akan memperluas hingga 100 persen terisi, dan juga di Galang Batang, dekat Bintan, juga hampir 100 persen terisi," jelasnya saat Kadin Economic Diplomatic Breakfast, Jumat (10/6).
Selain memperluas KEK yang sudah ada, Airlangga mengatakan pemerintah akan membuka KEK baru di Sumatera Utara, yakni di Sei Mangkei khusus untuk industri kelapa sawit. Proyek tersebut diinvestasi oleh Unilever Global.
"Indonesia terbuka untuk bisnis, dan Indonesia akan membuka lebih banyak zona ekonomi khusus, termasuk di Sumatera Utara, di Sei Mangkei. Penyerapan untuk industri berbasis kelapa sawit," ungkap Airlangga.
Hal ini seiring dengan berbagai investasi jumbo yang diteken bersama negara-negara maju, misalnya Jepang akan berinvestasi USD 23,8 miliar untuk infrastruktur teknologi maju, kemudian investasi China di sektor pengentasan kemiskinan sebesar USD 10 miliar, hingga berbagai kesepakatan perdagangan bilateral lain.
Berdasarkan survei JETRO terhadap perusahaan-perusahaan Indonesia dan ASEAN, kata Airlangga, Indonesia adalah salah satu negara dengan bisnis paling stabil dan menguntungkan dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya.
"Ini menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia, dan Indonesia berharap dapat bekerja sama karena tidak ada tantangan yang dapat kita tangani sendiri, termasuk mengelola rantai pasokan. Jadi, ke depannya, kita perlu memiliki mitra," tutur Airlangga.
Kemenko Perekonomian mengatakan terdapat 3 dari total 25 KEK di Indonesia yang mengajukan ekspansi area. KEK yang sudah mengajukan ekspansi yakni KEK Kendal seluas 1.000 hektare karena sudah terisi hampir 100 persen dan menampung 140 industri, meliputi elektronik, tekstil, perabotan, hingga katoda dan anoda.
Kemudian KEK Gresik dan KEK Galang Batang yang meminta tambahan tambahan luas area hingga 2.700 hektare untuk proyek pemurnian atau smelter bauksit menjadi alumina.
