Kumparan Logo

Airlangga Sebut AI Berpotensi Dorong Ekonomi RI hingga USD 2 Triliun

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers Devisa Hasil Ekspor di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (28/7/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers Devisa Hasil Ekspor di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (28/7/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) berpotensi mendorong nilai ekonomi Indonesia hingga mencapai USD 2 triliun.

Pernyataan itu disampaikan Airlangga usai Indonesia resmi menjadi salah satu negara pendiri (founding member) World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), organisasi kerja sama AI internasional yang diinisiasi China bersama 28 negara lainnya.

Menurut Airlangga, keikutsertaan Indonesia dalam WAICO merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia berperan aktif dalam membangun tata kelola AI yang inklusif, aman, beretika, dan tidak dimonopoli oleh kekuatan tertentu.

"Jadi kalau kita ketahui bahwa AI ini mempunyai potensi untuk menyumbang pendapatan bagi Indonesia, business as usual di tahun 2030 sampai 400 miliar dolar, tetapi dengan diimplementasikannya digital economy framework, nah ini akan meningkat menjadi 2 triliun [USD],” ucap Airlangga saat konferensi pers secara daring, Jumat malam (17/7).

video story embed

Menurut dia, salah satu implementasi transformasi digital RI telah terlihat lewat sistem pembayaran QRIS yang kini bisa digunakan di sejumlah negara ASEAN hingga Korea Selatan dan Jepang.

Airlangga mengatakan, status Indonesia sebagai negara pendiri WAICO memberikan keuntungan strategis karena pemerintah dapat terlibat sejak awal dalam pembahasan arah pengembangan AI dunia.

“Karena dengan menjadi founder, kita tentu mempunyai akses pertama terhadap seluruh pembicaraan mengenai perkembangan daripada AI itu sendiri,” jelasnya.

Lebih lanjut, Airlangga membantah anggapan bahwa keikutsertaan RI di WAICO menunjukkan keberpihakan kepada China dalam persaingan teknologi global. Menurutnya, Indonesia tetap menjalankan strategi kerja sama yang bersifat multisource.