ALTO-BCA Digital Tandatangani Kerja Sama Perkuat Pemrosesan Transaksi QRIS

ALTO Network dan PT Bank BCA Digital menandatangani kerja sama untuk memperkuat pemrosesan transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya kedua perusahaan dalam mengembangkan layanan pembayaran digital di Indonesia.
ALTO Network merupakan salah satu Penyelenggara Infrastruktur Sistem Pembayaran (PIP) yang menyediakan infrastruktur untuk mendukung transaksi pembayaran digital.
CEO PT ALTO Network Gretel Griselda mengatakan ALTO memiliki peran dalam menyediakan infrastruktur pembayaran yang aman, andal, dan mampu menyesuaikan dengan perkembangan transaksi digital. Salah satunya dengan BCA Digital sebagai mitra strategis ALTO.
“Pangsa pasar alhamdulillah terbesar untuk QEIS dari sisi PIP-nya. Nah tentunya kami memang bertugas untuk menyediakan infrastruktur pembayaran yang aman handal dan senantiasa agile,” kata Gretel dalam MoU bersama BCA Digital di FEKDI x IFSE 2026 di JICC, Jumat (25/9).
Lebih lanjut, Gretel menjelaskan QRIS juga merupakan salah satu fokus dalam pengembangan sistem pembayaran Bank Indonesia. Penggunaan QRIS juga terus diperluas melalui berbagai inovasi, mulai dari pembayaran QRIS dengan metode Merchant Presented Mode (MPM), Customer Presented Mode (CPM), hingga transaksi QRIS lintas negara (cross border).
“Kami di sini sebagai ALTO adalah terus mendukung Blu atau BCA Digital untuk dapat menyediakan pembayaran digital yang mudah, murah, aman, stabil, senantiasa untuk seluruh pengguna BCA Digital,” jelasnya.
Sementara Direktur Bisnis BCA Digital, Aditya Wahyu Windarwo, mengatakan kerja sama ini sejalan dengan fokus BCA Digital untuk menggarap segmen anak muda, termasuk milenial dan pekerja yang baru memasuki dunia kerja terutama dalam transaksi non tunai.
Menurut Aditya, QRIS menjadi salah satu metode pembayaran yang banyak digunakan karena praktis dan dapat dilakukan langsung melalui ponsel.
"Jadi kalau mungkin kita punya aplikasi, semua bayar-bayar pakai QRIS, nggak usah bawa dompet lagi, semua ada di handphone dan ALTO adalah mitra strategis kami dalam mengembangkan inovasi-inovasi terkait dengan pembayaran dan juga managing spending yang lebih smart untuk anak-anak muda," kata Aditya.
Aditya mengatakan kerja sama dengan ALTO diharapkan dapat berlangsung dalam jangka panjang (lifetime). Kedua perusahaan akan terus mengembangkan basis pengguna dan meningkatkan transaksi digital di Indonesia.
Gretel menambahkan kerja sama ALTO dan BCA Digital tidak memiliki target kuantitatif khusus, seperti jumlah atau nilai transaksi tertentu yang harus dicapai. Fokus kerja sama tersebut lebih diarahkan pada peningkatan kualitas layanan dan memastikan sistem pembayaran dapat terus berjalan dengan baik.
"Kalau dari sisi ALTO targetnya lebih ke arah memastikan sistem kami uptime at all time, service kami juga mencapai 99,99 seperti yang saat ini sudah tercapai,” ujar Gretel.
Untuk menjaga keandalan sistem, ALTO berkomitmen melakukan sejumlah langkah, mulai dari memastikan kapasitas dan stabilitas sistem, menyediakan data center dan disaster recovery center (DRC), hingga memperkuat tata kelola dan operasional perusahaan.
Ia mencontohkan, dari sisi operational excellence, ALTO secara rutin melakukan capacity planning untuk memastikan sistem mampu menangani lonjakan transaksi. Menurutnya, sejumlah anggota ALTO merupakan bank digital yang kerap mengalami peningkatan transaksi secara signifikan pada periode tertentu, terutama saat menggelar program promosi, anniversary, atau momentum tanggal kembar.
“Nah bagaimana caranya ALTO dengan lonjakan-lonjakan transaksi tersebut bisa tetap sistemnya menampung itu semua. Dan tentunya selain dari sisi sistem kapasitas dan kapabilitas tersebut, kami juga mengimbangi dengan fraud detection capability yang andal juga di sisi ALTO,” ujar Gretel.
