Kumparan Logo

Amran Sebut PM Australia Berterima Kasih ke Prabowo Sudah Ekspor Pupuk

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan paparan saat panen raya kedelai ketahanan pangan di Desa Ngudikan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (14/5/2026). Foto: Prasetia Fauzani/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan paparan saat panen raya kedelai ketahanan pangan di Desa Ngudikan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (14/5/2026). Foto: Prasetia Fauzani/ANTARA FOTO

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto setelah Indonesia menyetujui ekspor pupuk urea ke Negeri Kanguru.

Menurut Amran, ucapan terima kasih itu disampaikan langsung Albanese melalui sambungan telepon kepada Prabowo.

“Perdana Menteri Australia menelepon Bapak Presiden Prabowo mengucapkan terima kasih karena Indonesia menyetujui ekspor pupuk ke Australia,” ujar Amran dalam keterangannya, Jumat (15/5).

Amran menjelaskan pengiriman awal pupuk urea ke Australia mencapai 47.250 ton. Volume tersebut merupakan tahap pertama dari kerja sama Indonesia dan Australia dengan total komitmen awal sebesar 250.000 ton.

Selain itu, menurut Amran Indonesia masih berpotensi meningkatkan total ekspor pupuk ke Australia menjadi 500.000 ton dengan nilai ekonomi diperkirakan mencapai Rp 7 triliun.

Presiden Prabowo Subianto menerima pembicaraan telepon dari Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/04/2026) sore. Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet

"Ini mencetak sejarah, karena kita akan mengekspor pupuk ke beberapa negara termasuk Australia. Rencana kita mengekspor ke Australia sesuai pembicaraan Perdana Menteri Australia dan Bapak Presiden yaitu 250.000 ton, tapi akan ditingkatkan menjadi 500.000 ton, nilainya kurang lebih Rp7 triliun,” jelas Amran.

Amran memastikan kebutuhan pupuk dalam negeri tetap menjadi prioritas pemerintah. Dia memastikan ekspor dilakukan karena produksi pupuk nasional saat ini berada dalam kondisi surplus.

Tahun ini, produksi urea nasional ditargetkan mencapai 7,8 juta ton, sementara kebutuhan domestik diperkirakan sekitar 6,3 juta ton. Dengan demikian, masih terdapat surplus sekitar 1,5 juta ton yang dapat dimanfaatkan untuk pasar ekspor.

instagram embed