AS akan Batasi Operasional Bank Mesir di UEA Demi Tekan Iran

Kementerian Keuangan AS berencana memutus akses operasional sebuah bank besar Mesir di Uni Emirat Arab (UEA) dari sistem keuangan AS, kata seorang pejabat pada Jumat, di tengah upaya Washington untuk melumpuhkan ekonomi Iran.
Dikutip dari AFP, Sabtu (29/8), langkah ini berdampak pada cabang-cabang UEA milik Banque Misr, bank terbesar kedua di Mesir, dengan memblokir akses perbankan mereka ke lembaga-lembaga keuangan AS.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent pekan ini memaparkan rencana untuk 'melumpuhkan ekonomi' Iran, enam bulan setelah dimulainya perang melawan Teheran yang kini menemui jalan buntu.
Bessent menyebutkan, AS memperingatkan pihak-pihak yang memfasilitasi Iran tidak bisa terus menikmati akses ke dolar AS dan sistem keuangan global.
"Banque Misr UEA memilih untuk belajar lewat pengalaman pahit, dan hari ini, kami mengambil langkah pertama untuk meminta pertanggungjawaban mereka atas dukungan yang terus-menerus dan mencolok terhadap rezim Iran," katanya dalam pernyataan yang pertama kali dilaporkan oleh Financial Times.
Tindakan Kemenkeu AS ini baru akan berlaku setelah masa tanggapan publik selama satu bulan berakhir. Bank sentral Mesir menyatakan bahwa para pejabatnya sedang berkomunikasi dengan pihak AS terkait langkah-langkah ini.
Mereka menambahkan bahwa langkah AS tersebut terbatas pada transaksi cabang Banque Misr di UEA, yang menggunakan koresponden dalam mata uang dolar AS saja, dan tidak ada satu pun dari langkah ini yang berdampak pada bank-bank lain di sektor perbankan Mesir.
Serangan AS-Israel yang menargetkan Iran sejak akhir Februari memicu pembalasan dari Teheran berupa pemblokiran sebagian besar lalu lintas di Selat Hormuz, sekaligus menyeret Timur Tengah ke dalam perang. Selat tersebut merupakan jalur krusial bagi transit energi global, yang menyebabkan harga minyak dunia melonjak tajam.
Bessent menegaskan bahwa AS mencanangkan 'D-Day ekonomi' terhadap Iran, serta memperingatkan akan adanya konsekuensi berat bagi negara-negara yang tidak bergabung dalam kampanye tersebut.
Ia menambahkan bahwa pada pekan ini, Presiden AS Donald Trump juga sedang menghubungi para pemimpin dunia untuk meminta mereka menghentikan interaksi dengan Teheran.
Bessent sendiri dijadwalkan untuk menyampaikan seruan langsung kepada rekan-rekan sejawatnya di G20 dalam pertemuan bilateral pekan depan, saat para menteri keuangan berkumpul di Asheville, Carolina Utara, untuk melakukan pembicaraan.
Namun, langkah hari Jumat ini menyoroti tantangan yang dihadapi pemerintahan Trump dalam menyasar target-target yang lebih besar. Beijing, misalnya, merupakan pembeli penting minyak Iran. Sebelum perang, Teheran mengekspor jutaan barel minyak per hari, sebagian besar ke China.
Namun, langkah-langkah untuk menargetkan berbagai institusi di China dapat berdampak pada ekonomi global dan akan mempertegang hubungan antara Washington dan Beijing menjelang kunjungan Presiden Xi Jinping ke ibu kota AS yang dijadwalkan pada September.
Kemenkeu AS pada Jumat menyatakan pihaknya juga menjatuhkan sanksi terhadap manajer cabang Dubai dari Bank Melli Iran, serta sebuah perusahaan boneka yang berbasis di Hong Kong yang telah membantu pencucian dana bagi sebuah perusahaan penukaran mata uang Iran yang terkena sanksi.
