AS-Iran Dikabarkan Capai Kesepakatan, tapi Belum Ada Kepastian soal Selat Hormuz
ยทwaktu baca 2 menit

Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan telah mencapai kesepakatan sementara untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan minyak dunia.
Mengutip Bloomberg, Minggu (31/5), Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga menolak mengkonfirmasi apakah kesepakatan sementara telah tercapai. Ia hanya mengatakan bahwa negosiasi terus berlangsung.
Bessent kembali menegaskan bahwa tiga poin utama dari Presiden AS Donald Trump yakni pembukaan kembali Selat Hormuz, penyerahan uranium yang diperkaya hingga tingkat tinggi oleh Iran, dan penghentian program nuklir Iran tetap menjadi syarat utama bagi tercapainya kesepakatan.
Namun, Presiden Trump belum menyetujui syarat-syarat kesepakatan tersebut. Sebelumnya, kedua negara memang beberapa kali menyatakan adanya kemajuan. Di sisi lain, Trump berulang kali mengatakan AS hampir mencapai kesepakatan dengan Iran, tetapi kebuntuan terus berlanjut.
Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim juga melaporkan melalui unggahan di X bahwa teks nota kesepahaman yang sedang dibahas antara AS dan Iran belum dirampungkan.
Bloomberg melaporkan bahwa sumber yang berbicara dengan syarat anonim karena membahas negosiasi tertutup telah mengkonfirmasi laporan sebelumnya dari Axios terkait kesepakatan perpanjangan gencatan senjata 60 hari.
Sebelumnya, Axios juga melaporkan bahwa nota kesepahaman AS-Iran akan menjamin bahwa pelayaran melalui Selat Hormuz tetap bebas hambatan. Berdasarkan laporan tersebut, Iran juga harus membersihkan seluruh ranjau di selat itu dalam waktu 30 hari.
Terkait Selat Hormuz, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa 26 kapal komersial dan tanker minyak telah melintasi jalur tersebut dalam 24 jam terakhir setelah memperoleh izin.
Namun, data pelacakan kapal yang dihimpun Bloomberg menunjukkan hanya dua kapal yang terpantau memasuki Teluk Persia. Sementara itu, sebuah kapal tanker bahan bakar asal China tampaknya berhenti di tengah perjalanan saat keluar dari kawasan tersebut.
