Kumparan Logo

Aset Asuransi Tembus Rp 1.195 T, Dana Pensiun Melonjak pada Maret 2026

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi asuransi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi asuransi. Foto: Shutterstock

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat aset industri asuransi bertumbuh, meski laju peningkatannya relatif moderat.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono, menyampaikan total aset industri asuransi telah menembus Rp 1.195,75 triliun atau meningkat 4,38 persen dibandingkan tahun lalu.

“Untuk industri asuransi, aset industri asuransi pada Maret 2026 mencapai Rp 1.195,75 triliun atau naik 4,38% year-on-year,” ucap Ogi saat konferensi pers RDKB OJK April 2026, secara daring, Selasa (5/5).

Dari sisi asuransi komersial, pertumbuhan terlihat sedikit lebih tinggi. Total asetnya mencapai Rp 977,53 triliun atau naik 5,64 persen secara tahunan.

“Adapun kinerja asuransi komersil berupa akumulasi pendapatan premi pada periode Maret 2026 mencapai Rp 88,36 triliun atau tumbuh 0,74% year-on-year,” katanya.

Jika dirinci, premi asuransi jiwa justru mengalami penurunan sebesar 0,14 persen menjadi Rp 47,12 triliun. Sebaliknya, premi asuransi umum dan reasuransi masih tumbuh 1,77 persen menjadi Rp 41,24 triliun.

Ketua Komite Eksekutif Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank OJK, Ogi Prastomiyono. Foto: Wendiyanto Saputro/kumparan

Dari sisi kekuatan keuangan, industri asuransi berada dalam kondisi sangat aman. Kata Ogi, ini terlihat dari rasio risk based capital (RBC) yang mencapai 474,26 persen untuk asuransi jiwa dan 316,32 persen untuk asuransi umum.

“Permodalan industri asuransi jiwa serta asuransi umum dan reasuransi secara agregat mencatatkan risk based capital atau RBC masing-masing sebesar 474,26% dan 316,32%,” lanjut Ogi.

Sementara itu, asuransi non-komersial seperti BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan mencatat sedikit penurunan. Total asetnya turun 0,92 persen menjadi Rp 218,23 triliun.

Di sisi lain, industri dana pensiun justru tumbuh lebih pesat. Total asetnya mencapai Rp 1.684,89 triliun atau naik 10,49 persen secara tahunan.

“Di sisi industri dana pensiun, total aset dana pensiun per Maret 2026 tumbuh sebesar 10,49% year-on-year dengan nilai mencapai Rp 1.684,89 triliun,” ungkapnya.

Pertumbuhan ini didorong oleh program pensiun wajib seperti BPJS Ketenagakerjaan dan program ASN, TNI, serta Polri yang naik 11,76 persen menjadi Rp 1.276,07 triliun. Sementara itu, program pensiun sukarela juga tetap tumbuh 6,71 persen menjadi Rp 408,82 triliun.

Lebih lanjut, industri penjaminan mencatat pertumbuhan tipis. Nilai asetnya naik 0,77 persen menjadi Rp 47,48 triliun.