Avtur Sumbang 40% Biaya Maskapai, AHY Siapkan Siasat Hadapi Lonjakan Harga

Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), berharap kesepakatan damai antara AS dan Iran segera terealisasi.
AHY mengatakan harga bahan bakar punya porsi yang sangat besar dalam struktur biaya operasional maskapai di RI. Karena itu, setiap kenaikan harga minyak global bakal langsung memengaruhi biaya penerbangan.
"Bahan bakar kita tahu menyumbang 40 persen dari total biaya operasional maskapai-maskapai di Indonesia,” ujar AHY, dalam agenda Rapat Tingkat Menteri di Kantor Kemenko Infrastruktur, Jakarta, Kamis (25/6).
AHY berharap peluang tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran benar-benar dapat diwujudkan sehingga harga energi kembali stabil.
"Kadang-kadang kita juga mau optimis, agak deg-degan. Setiap kali ada baik, besoknya ada tweet dari Presiden Donald Trump yang bisa mentorpedo segala upaya untuk menghadirkan perdamaian lebih sustainable di Timur Tengah,” lanjut dia.
Meski demikian, AHY tetap memilih bersikap optimistis sembari terus memantau perkembangan konflik yang berpotensi mempengaruhi perekonomian nasional.
Lebih lanjut, AHY mengaku telah menyiapkan tiga skenario untuk mengantisipasi dampak konflik Timur Tengah terhadap ekonomi RI. Mulai dari skenario paling optimistis, moderat, hingga kondisi terburuk apabila perang berlangsung lebih lama.
"Skenario yang kita simulasikan selalu ada tiga, yang paling optimis, yang moderat, dan yang paling ekstrem atau paling buruk. Apa pun itu, kita harus siap untuk meng-embrace segala dampak dari perang,” kata dia.
Menurutnya, apabila konflik berakhir pada pertengahan 2026, dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi masih relatif terbatas.
Namun, jika perang berlanjut hingga 2027 dan harga minyak melonjak tajam, tekanan akan semakin besar tembus USD 110 per barel.
"Jika [perang] itu berlarut dan lebih panjang lagi tembus sampai dengan tahun 2027, harga minyak masuk tembus di angka USD 110 per barel, ini sumber dari IMF,” tutur AHY.
