Bahlil Buka Suara Pasokan Batu Bara dan Pembangkit yang Bermasalah di Jawa

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, buka suara terkait dua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) swasta atau Independent Power Producer (IPP) yang bermasalah dan sempat keluar dari sistem transmisi Jawa Madura Bali (Jamali).
Bahlil hanya menegaskan bahwa pasokan batu bara kepada pembangkit sudah dalam kondisi aman, kendati tidak menjelaskan dengan rinci terkait nasib PLTU yang gangguan tersebut.
“Setahu saya sekarang batu bara semua sudah on progres, jadi enggak ada isu lagi,” kata Bahlil saat ditemui di fasilitas Mini Liquefied Natural Gas (LNG) Plant PT Sumber Aneka Gas (SAG) Tuban, dikutip Jumat (26/6).
Berdasarkan keterangan PLN, pemadaman listrik bergilir yang sempat terjadi di Pulau Jawa tak hanya dipicu kendala pasokan batu bara kalori menengah (Medium Rank Coal/MRC), tetapi juga akibat gangguan teknis dua pembangkit listrik berkapasitas besar.
Terdapat gangguan pada dua pembangkit independent power producer atau IPP tersebut membuat pasokan listrik ke sistem Jawa mengalami tekanan di tengah ketatnya pasokan batu bara.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan satu dari dua pembangkit listrik milik mitra swasta atau Independent Power Producer (IPP) yang mengalami gangguan operasional pada pekan lalu telah berhasil dipulihkan. Pembangkit tersebut kembali beroperasi dan tersinkronisasi dengan sistem kelistrikan Jawa pada Minggu (21/6) pukul 18.00 WIB.
"Salah satu pembangkit besar yang sempat gangguan telah berhasil dipulihkan dan telah sinkron dengan sistem kelistrikan Pulau Jawa serta mulai memasok listrik untuk menambah keandalan sistem kelistrikan di Pulau Jawa. Dengan demikian, pemadaman bergilir yang terjadi pada minggu lalu saat ini telah berhasil diminimalisasi,” jelas Darmawan dalam keterangan tertulis, Senin (22/6).
Selain pemulihan pembangkit, Darmawan mengungkapkan kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa juga terus membaik seiring dengan terjaganya pasokan energi primer yang dibutuhkan pembangkit.
Sementara itu, Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengungkapkan dua PLTU yang bermasalah yakni PLTU Cilacap unit 1 dan 4.
“PLTU itu PLTU Cilacap 1 sama 4, Insyaallah udah enggak ada masalah kira-kira,” ungkapnya saat ditemui di kantor Kementerian ESDM.
Tri menjelaskan bahwa permasalahan PLTU tersebut hanya keperluan perawatan atau maintenance. Menurutnya, pemerintah melakukan pengawasan atau monitoring pasokan batu bara, namun kontrak tetap kewenangan masing-masing pembangkit.
“Monitoring kita ada, tapi kontraknya terhadap yang kontraknya kan kita belum tahu. Tapi sekarang udah ada inilah, mudah-mudahan udah ada perbaikan. Tata kelolanya udah mulai perbaikan dari PLN,” jelasnya.
