Bahlil Sebut CNG 3 Kg Bisa Lebih Murah, Ini Perbedaannya dengan LPG
·waktu baca 4 menit

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka peluang Compressed Natural Gas (CNG) dengan tabung 3 kilogram (kg) bisa lebih murah dari LPG.
Hal ini, kata Bahlil, lantaran bahan baku CNG bisa dipenuhi di dalam negeri, sementara LPG harus dipenuhi dari impor. Saat ini pemerintah masih mengkaji produk CNG dalam tabung 3 kg.
"CNG ini untuk 3 kilogram, masih kita melakukan exercise dan uji coba terhadap tabungnya. CNG ini diharapkan dalam rangka mencari salah satu alternatif terhadap substitusi impor kita yang besar," ungkapnya saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (6/5).
Bahlil mengatakan, pemerintah mengimpor 8,6 juta ton LPG untuk konsumsi dalam negeri, dan mengeluarkan devisa hingga Rp 150 triliun per tahun. Dengan kenaikan harga migas saat krisis energi saat ini, devisa yang keluar bisa lebih besar.
"Subsidi kita itu Rp 80-500 triliun. Tidak ada cara lain dalam rangka efisiensi adalah kita mencari akal agar bahan baku yang ada di negara kita itu bisa dikonversi untuk mengganti LPG," tegasnya.
Saat ini, penggunaan CNG di Indonesia baru berupa tabung 12 dan 20 kg. Nantinya, pemerintah akan membuat tabung CNG berukuran 3 kg khusus untuk rumah tangga. Pemerintah juga akan mensubsidi CNG, sama seperti LPG 3 kg.
"Arahan Bapak Presiden, baik itu CNG maupun LPG akan selalu mengedepankan untuk membantu rakyat yang memang harus kita bantu. Dengan demikian, subsidi saya pastikan masih menjadi yang harus dilakukan untuk rakyat," tutur Bahlil.
Di sisi lain, Bahlil mengatakan pemerintah juga masih mengkaji keselamatan dari CNG tabung 3 kg. Pasalnya, salah satu sifat dari CNG yakni memiliki tekanan yang jauh lebih tinggi dibandingkan LPG.
"Nanti. Makanya kita lagi uji coba. Ini belum diimplementasikan, ya. Saya ulangi, ya. Ini masih dalam exercise," ujar Bahlil.
Sebelumnya, Bahlil mengatakan harga CNG lebih murah hingga 30 persen dari LPG karena bahan bakunya tersedia di dalam negeri, termasuk temuan cadangan gas baru di Kalimantan Timur yang diperkirakan mencapai sekitar 3.000 miliar meter kubik (mmcfd).
“CNG itu sudah dilakukan kajian, harganya jauh lebih murah. Kurang lebih sekitar 30 persen lah lebih murah. Kenapa dia lebih murah? Karena yang pertama gasnya itu ada di kita dan industrinya ada di kita, dalam negeri,” kata Bahlil di Istana Kepresidenan, dikutip Rabu (6/5).
Perbedaan LPG dan CNG
Dikutip dari laman PGN, CNG merupakan bentuk gas alam yang dikompresi pada tekanan tinggi, biasanya di atas 200 bar, untuk memudahkan penyimpanannya dan penyalurannya melalui transportasi. Gas alam itu sendiri adalah campuran hidrokarbon yang terdiri dari metana, etana, propana, dan butana. Namun, CNG lebih umum terdiri dari metana dengan kadar lebih dari 95 persen.
Selain CNG, LNG juga bisa menjadi alternatif LPG. Perbedaan utama antara CNG, LPG, dan LNG terletak pada keadaan fisiknya dan tekanan penyimpanannya. CNG disimpan dalam bentuk gas pada tekanan tinggi, lalu LPG dalam bentuk cair pada tekanan dan suhu moderat. Sementara LNG diangkut dalam bentuk cair pada suhu sangat rendah.
Berdasarkan data Asosiasi Perusahaan Liquefied & Compressed Natural Gas Indonesia (APLCNGI), perbedaan CNG dan LPG terletak dari komposisi, bentuk dan cara penyimpanan, hingga penggunaannya.
Komposisi utama dari CNG adalah Metana (CH4), sementara bahan baku LPG adalah Propana dan Butana. Selain itu, CNG merupakan gas bertekanan tinggi yakni sekitar 200-250 bar, sementara LPG bertekanan rendah.
Kemudian, CNG biasanya disimpan dalam bentuk tabung silinder, sementara LPG biasanya berbentuk bulat dengan ukuran 3 kg, 12 kg, dan 50 kg. Lalu, saat ini penggunaan CNG lebih banyak di sektor transportasi, industri, dan pembangkit listrik kecil, sementara LPG digunakan untuk rumah tangga, industri kecil, dan restoran.
Adapun kelebihan CNG cenderung ramah lingkungan dan hemat biaya, namun memiliki kekurangan yakni distribusinya terbatas karena bertekanan tinggi. Sementara LPG lebih mudah didistribuskan dan digunakan, namun emisinya lebih tinggi dari gas alam.
