Bandara Atung Bungsu Kembali Dibuka, Sudah Tak Terdampak Vulkanik Anak Krakatau

Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, membuka kembali Bandara Atung Bungsu, Pagar Alam, Sumatera Selatan, setelah hasil evaluasi menunjukkan sudah tidak terdampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Dudy mengatakan pembukaan kembali Bandara Atung Bungsu dilakukan setelah pihaknya melakukan evaluasi terhadap kondisi abu vulkanik di wilayah tersebut.
“Per pagi ini kami telah membuka kembali Bandara Atung Bungsu, Pagar Alam, Bapak Presiden karena dari hasil evaluasi kami bahwa Atung Bungsu sudah tidak terdampak lagi dengan abu vulkanik,” kata Dudy saat rapat koordinasi bersama Presiden Prabowo, secara daring, Senin (7/9).
Namun, pemerintah masih memantau pergerakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada hari ini. Berdasarkan pembaruan yang diterima dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), abu vulkanik masih teramati bergerak ke arah barat daya.
“Kurang lebih bahwa teramati sebaran debu abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada pukul 12.10 pada ketinggian 15.000 feet bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 10 knot dengan intensitas tetap,” lanjutnya.
Dudy menyebut, pemerintah terus melakukan pengujian untuk mengetahui sejauh mana abu vulkanik masih terdeteksi di permukaan.
“Kami terus melakukan pengujian atau pengetesan paper test Bapak Presiden untuk melihat sampai seberapa jauh abu vulkanik masih terdeteksi di permukaan,” tutur Dudy.
