Kumparan Logo

Banggar DPR Serahkan Usulan Tambahan Rp 984 T untuk Semua K/L 2027

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah. Foto: Dok. Istimewa

Badan Anggaran (Banggar) DPR RI telah menyerahkan usulan anggaran berbagai Kementerian/Lembaga (K/L) yang menjadi mitra Komisi I sampai XIII DPR RI untuk RAPBN 2027. Hasilnya, terdapat usulan penambahan anggaran sebesar Rp 984 triliun untuk semua K/L).

Ketua Banggar, Said Abdullah menjelaskan pagu dasar RAPBN tahun depan awalnya ada pada angka Rp 1.389,84 triliun. Dengan begitu, total anggaran tahun depan Rp 2.373 T jika disetujui.

“Saya serahkan karena ini forum resmi akan kami serahkan usulan dari berbagai pembahasan yang sudah disepakati antara Komisi dengan mitra masing-masing. Pagunya Rp 1.389,84, usulan tambahannya Rp 984 triliun,” kata Said dalam rapat bersama Kemenkeu soal RAPBN dan RKP 2027 di Gedung Parlemen, Jakarta pada Senin (29/6).

Jika dibandingkan dengan postur APBN 2026, alokasi belanja negara pada APBN 2026 ada pada angka Rp 3.482,7 triliun.

Said menjelaskan nantinya anggaran masing-masing K/L akan disampaikan secara detail pada 16 Agustus 2026 nanti oleh pemerintah. Hal itu nantinya tertera dalam nota keuangan.

Menkeu Purbaya memberika paparan saat penyerahan hasil lelang barang rampasan negara senilai Rp1.029.874.376.628 kepada Kementerian Keuangan dalam acara yang digelar di Badan Pemulihan Aset (BPA), Jakarta, Senin (15/6/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

“Kita akan menunggu tanggal 16 setelah paripurna, menunggu tanggal 16 Agustus nota keuangan yang akan disampaikan oleh pemerintah,” ujar Said.

Dalam rapat tersebut, Said juga mengeluhkan beberapa kesulitan terkait pembahasan APBN bersama para K/L. Untuk itu, ia meminta agar para pemimpin K/L, agar tetap ‘stay’ agar dapat dengan mudah hadir ketika Banggar mengundang untuk melakukan pembahasan anggaran.

“Karena kami kesulitan Pak, kalau perlu kementerian ini tiba-tiba menterinya ke luar negeri. Udah menterinya ke luar negeri minta sekjennya, sekjennya ke daerah. Jadi apa yang akan kami bahas? Itu akan mengganggu siklus yang sudah kita tata,” kata Said.

Untuk itu, Said juga meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa agar turut mengingatkan para pemimpin K/L untuk tetap dengan mudah hadir dalam pembahasan anggaran bersama Banggar dalam masa pembahasan APBN yang akan dilakukan sekitar Agustus sampai September 2027.

instagram embed