Kumparan Logo

Bank Indonesia Beberkan Alasan Pertahankan Suku Bunga 5,75%

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur BI Destry Damayanti dan jajarannya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Rabu (23/9/2026). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur BI Destry Damayanti dan jajarannya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Rabu (23/9/2026). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate pada level 5,75 persen pada September 2026.

Gubernur BI Destry Damayanti menyatakan keputusan tersebut merupakan upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal yang kuat. Selain itu, kebijakan ini juga ditempuh untuk mendukung pencapaian sasaran inflasi sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen pada 2026 dan 2027.

“Keputusan ini tetap konsisten dengan strategi stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih kuat guna mendukung pencapaian sasaran inflasi 2,5 plus minus 1 persen pada tahun 2026 dan 2027, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” sebut Destry dalam konferensi pers RDG BI September 2026 di Gedung Pusat BI, Jakarta, Rabu (23/9).

Kemudian, dalam upaya memperkuat stabilitas rupiah, BI juga akan melanjutkan kebijakan insentif yang ditujukan untuk menarik aliran masuk modal asing. “Serta mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas,” tutur Destry.

Di sisi lain, Destry melanjutkan bahwa kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Kebijakan makroprudensial akan diperkuat untuk mendorong peningkatan kredit atau pembiayaan ke sektor riil dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan.

“Kebijakan sistem pembayaran akan tetap diarahkan untuk turut mendukung kegiatan ekonomi melalui perluasan akselerasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran,” jelas Destry.

Adapun suku bunga deposit facility juga ditahan sebesar 4,75 persen. Sementara suku bunga lending facility sebesar 6,5 persen.