Kumparan Logo

Bank Saqu Perkuat Pemahaman Solopreneur Mindset dalam FEKDI x IFSE 2026

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Head of Corporate Communication & Marketing Bank Saqu, Willy Apriando (tengah) dan Bank Saqu Solopreneur Ambassador 2026 sekaligus Co-founder Commuto IP House dan Glek&Go Lemonade Airlangga Aridharma (kanan) saat sesi “Having Solopreneur Mindset in a Fast-Changing World” dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) pada Sabtu (26/9). Foto: Dok. Bank Saqu
zoom-in-whitePerbesar
Head of Corporate Communication & Marketing Bank Saqu, Willy Apriando (tengah) dan Bank Saqu Solopreneur Ambassador 2026 sekaligus Co-founder Commuto IP House dan Glek&Go Lemonade Airlangga Aridharma (kanan) saat sesi “Having Solopreneur Mindset in a Fast-Changing World” dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) pada Sabtu (26/9). Foto: Dok. Bank Saqu

Bank Saqu sebagai layanan perbankan milik Astra Financial dan WeLab turut berpartisipasi dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026, forum ekonomi dan keuangan digital yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) pada 24–26 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).

Partisipasi Bank Saqu menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk berkontribusi dalam pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang semakin inklusif dan produktif. Melalui sesi bertajuk “Having Solopreneur Mindset in a Fast-Changing World”, Bank Saqu mengangkat pentingnya solopreneur mindset untuk melihat skill, passion, dan pengalaman sebagai peluang untuk menjadi lebih produktif dan mengembangkan usaha.

”Solopreneur bukan sekadar status pekerjaan, tetapi juga mindset untuk mengembangkan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki menjadi peluang. Perjalanannya tidak harus dimulai dengan membangun bisnis dalam skala besar, tetapi dapat berawal dari pekerjaan, side hustle, aktivitas freelance, maupun hobi yang memiliki nilai. Keberanian untuk memulai, kemauan untuk terus belajar, serta kemampuan beradaptasi menjadi fondasi penting dalam perjalanan tersebut,” ujar Head of Corporate Communication & Marketing Bank Saqu, Willy Apriando.

Dalam sesi tersebut, Bank Saqu juga membahas langkah awal mengembangkan peluang, mulai dari mengenali masalah yang ingin diselesaikan, memahami target pasar, melakukan validasi sederhana, hingga memulai dalam skala yang terukur. Seiring dengan itu, kebiasaan finansial perlu dibangun sejak awal melalui pemisahan keuangan personal dan bisnis, pengelolaan cash flow, serta pemahaman terhadap akses finansial sesuai kebutuhan dan tahap perkembangan usaha.

Kehadiran Bank Saqu di FEKDI x IFSE 2026 sejalan dengan upaya Bank Saqu untuk SELALU BERSAMA menemani perjalanan generasi produktif dan solopreneur, tidak hanya melalui solusi finansial, tetapi juga melalui ekosistem yang membuka akses terhadap insight, networking, kolaborasi, dan peluang bisnis.

Komitmen tersebut akan dilanjutkan melalui Bank Saqu Solopreneur Society: The Founders Club – Match. Make. Grow. pada 28 Oktober 2026. Program ini menghadirkan ekosistem yang mempertemukan solopreneur dengan founder, pemilik brand, supplier, strategic partner, hingga usa untuk membuka akses yang lebih luas terhadap kolaborasi dan peluang pertumbuhan bisnis.

Informasi lebih lanjut mengenai Bank Saqu Solopreneur Society: The Founders Club dapat diakses melalui situs resmi Bank Saqu www.banksaqu.co.id