Kumparan Logo

BEI Bakal Tebar Dividen, Besarannya Dibahas saat RUPSLB 28 Oktober 2026

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik  di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Jumat (25/9/2026). Foto: Widya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Jumat (25/9/2026). Foto: Widya/kumparan

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 28 Oktober 2026. Salah satu agenda yang akan dibawa dalam rapat tersebut adalah perubahan anggaran dasar sebagai bagian dari persiapan pembagian dividen kepada pemegang saham.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan sebelum menentukan besaran dividen, BEI perlu terlebih dahulu menyesuaikan anggaran dasar yang selama ini belum memungkinkan adanya pembagian dividen.

Setelah perubahan anggaran dasar, BEI bersama para pemegang saham akan mengkaji rencana bisnis bursa ke depan. Pembahasan tersebut mencakup kebutuhan investasi dan besaran laba ditahan yang dapat dibagikan sebagai dividen.

“Sebelum kepada nilai dividen yang akan dibagikan, tentu pertama-tama yang harus kami lakukan adalah menyesuaikan dulu anggaran dasar Bursa Efek Indonesia yang memang selama ini tidak memungkinkan. Tentu itu dulu yang perlu kami ubah dan kami mintakan persetujuan dalam rapat umum pemegang saham,” kata Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Jumat (15/9).

Jeffrey menegaskan kebutuhan investasi untuk menjalankan rencana bisnis BEI menjadi salah satu hal yang harus dipastikan sebelum menentukan nilai dividen yang dapat dibagikan.

Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Shutterstock

Selain kebutuhan investasi, BEI juga akan memperhitungkan ketentuan mengenai pencadangan operasional dan pengembangan bursa sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 13 Tahun 2026.

“Dan kita juga tidak boleh lupa di dalam POJK 13 ada ketentuan tentang pencadangan operasional dan pengembangan bursa. Itu juga harus kami hitung berapa pencadangan yang akan kami usulkan kepada para pemegang saham,” terangnya.

Jeffrey mengatakan draft perubahan anggaran dasar BEI telah disiapkan dan akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB pada 28 Oktober mendatang. Selain perubahan anggaran dasar dan pembagian dividen apabila diusulkan, RUPSLB juga akan membahas rencana kerja dan anggaran BEI untuk 2027.

“Yang akan dibawa dalam Rapat Umum Pemegang Saham tentu adalah terkait dengan anggaran dasar, kemudian terkait dengan pembagian dividen apabila diusulkan, dan juga terkait dengan rencana kerja dan anggaran tahun 2027. Itu yang perlu dimintakan persetujuan kepada pemegang saham,” tutur Jeffrey.