Kumparan Logo

BI Catat Industri Pengolahan Tetap Ekspansif pada Kuartal II 2026

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pabrik tekstil. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pabrik tekstil. Foto: Shutterstock

Bank Indonesia (BI) melaporkan kinerja Lapangan Usaha (LU) Industri Pengolahan yang tetap terjaga pada kuartal II 2026.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan capaian tersebut berada pada fase ekspansi, yang tercermin dari Purchasing Managers’ Index Bank Indonesia (PMI-BI) sebesar 51,43.

“Berdasarkan komponen pembentuknya, mayoritas komponen berada pada fase ekspansi, yaitu Volume Produksi, Volume Persediaan Barang Jadi, dan Volume Total Pesanan,” sebut Ramdan dalam keterangannya, Jumat (17/7).

video story embed

Kemudian dari sisi Sublapangan Usaha (Sub-LU), sebagian besar juga mencatatkan ekspansi, dengan indeks tertinggi pada Industri Mesin dan Perlengkapan, disusul Industri Makanan dan Minuman, Industri Logam Dasar, serta Industri Barang Galian Bukan Logam.

Memasuki triwulan III 2026, BI memperkirakan kinerja LU Industri Pengolahan akan meningkat dan tetap berada pada fase ekspansi. Hal ini tercermin dari proyeksi PMI-BI yang naik menjadi 52,32.

“Ekspansi terutama didorong oleh Volume Produksi, Volume Persediaan Barang Jadi, dan Volume Total Pesanan,” sebut Ramdan.

Ia melanjutkan, mayoritas Sub-LU juga diprakirakan tetap berada pada fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada Industri Mesin dan Perlengkapan, diikuti Industri Pengolahan Tembakau, Industri Logam Dasar, serta Industri Alat Angkutan.