Kumparan Logo

BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,25 Persen, Perbankan Buka Suara

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi logo Bank Indonesia. Foto: REUTERS/Iqro Rinaldi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi logo Bank Indonesia. Foto: REUTERS/Iqro Rinaldi

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi level 5,25 persen pada April 2026. Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur yang berlangsung pada 19–20 Mei 2026.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menyatakan perseroan pada dasarnya telah siap menghadapi berbagai skenario kebijakan moneter, termasuk kemungkinan kenaikan suku bunga acuan. Corporate Secretary BTN, Ramon Armando, mengatakan masing-masing bank telah memiliki manajemen risiko yang memadai serta rutin melakukan stress test.

“Masing-masing bank telah memiliki manajemen risiko yang memadai serta melakukan stress test secara berkala dengan mempertimbangkan potensi kenaikan BI Rate yang dapat berdampak pada peningkatan biaya dana,” kata Ramon melalui keterangannya, dikutip Kamis (21/5).

instagram embed

Ramon menyatakan, untuk mengurangi sensitivitas terhadap tekanan nilai tukar dan kenaikan biaya pendanaan di tengah kenaikan suku bunga, BTN terus menjaga struktur pendanaan tetap efisien melalui penguatan dana murah atau current account saving account (CASA).

“BTN terus menjaga struktur pendanaan agar tetap efisien melalui penguatan dana murah (CASA) sebagai fokus utama strategi funding Perseroan,” lanjut Ramon.

Bank Mandiri Pastikan Intermediasi Tetap Optimal

Ilustrasi Bank Mandiri. Foto: Dok. Bank Mandiri

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyambut positif keputusan RDG BI. Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menilai langkah tersebut mencerminkan komitmen bank sentral dalam menjaga stabilitas pasar keuangan dan memastikan inflasi tetap terkendali.

“Bank Mandiri memandang kebijakan ini sebagai langkah yang tepat dan memperkuat pondasi makroekonomi nasional dalam jangka menengah,” tutur Adhika melalui keterangannya.

Adhika mengatakan, Bank Mandiri akan terus menjalankan fungsi intermediasi secara optimal dengan menjaga keseimbangan antara kepentingan nasabah, pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, serta prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko.

“Setiap penyesuaian suku bunga kredit maupun simpanan akan dilakukan secara terukur, sejalan dengan peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung ekosistem penggerak ekonomi negeri,” ucap Adhika.

Ke depan, Bank Mandiri akan terus mencermati perkembangan kebijakan moneter untuk memastikan intermediasi berjalan optimal bagi nasabah dan Perekonomian nasional.