Kumparan Logo

BI: Volume Transaksi Digital Capai 6,11 Miliar, QRIS Tumbuh 67,2%

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengunjung memindai kode pembayaran digital saat sosialisasi penggunaan QRIS Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau (KPw BI Kepri) pada gelaran pasar murah di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (21/2/2025). Foto: ANTARA FOTO/Teguh Prihatna
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung memindai kode pembayaran digital saat sosialisasi penggunaan QRIS Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau (KPw BI Kepri) pada gelaran pasar murah di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (21/2/2025). Foto: ANTARA FOTO/Teguh Prihatna

Bank Indonesia (BI) melaporkan transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Agustus 2026 yang terus mengalami pertumbuhan.

Gubernur BI Destry Damayanti membeberkan volume transaksi pembayaran digital mencapai 6,11 miliar transaksi atau tumbuh 40,36 persen secara tahunan pada Agustus 2026.

“Volume transaksi pembayaran digital mencapai 6,11 miliar transaksi atau tumbuh 40,36 persen year-on-year pada Agustus 2026 dan didukung oleh perluasan ekspektasi pembayaran digital,” ucap Destry dalam konferensi pers RDG BI September 2026 di Gedung Pusat BI, Jakarta, Rabu (23/9).

Destry menjelaskan, angka tersebut juga didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar dan andal, serta infrastruktur yang stabil dan struktur industri yang sehat.

Ia melanjutkan, pertumbuhan transaksi digital juga tercermin dari volume transaksi melalui internet dan mobile banking yang masing-masing tumbuh 15,12 persen dan 47,08 persen secara tahunan. Sementara itu, transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi, yakni 67,2 persen secara tahunan.

Transaksi QRIS. Foto: Dok. BRI

“Termasuk transaksi QRIS yang tumbuh tinggi mencapai 67,22 persen year-on-year didukung dengan peningkatan jumlah pengguna dan merchant,” kata Destry.

Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel melalui BI-FAST mencapai 549 juta transaksi atau tumbuh 37,72 persen secara tahunan, dengan nilai transaksi sebesar Rp 1.346 triliun. Sementara itu, transaksi melalui BI-RTGS tercatat sebesar Rp 16.545 triliun atau turun 3,64 persen secara tahunan, dengan volume sebanyak 0,86 juta transaksi atau turun 1,78 persen secara tahunan.

Adapun dari sisi pengelolaan uang rupiah, uang kartal yang diedarkan (UYD) tumbuh 12,88 persen secara tahunan menjadi Rp 1.332 triliun.

“Bank Indonesia juga terus menjaga ketersediaan uang rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang layak edar di seluruh wilayah negara kesatuan Republik Indonesia termasuk daerah terdepan, terluar, dan terkecil,” tutur Destry.