BTN Catat Penyaluran KPR Capai 130 Ribu Unit hingga Agustus 2026

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mencatat penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) telah mencapai sekitar 120 ribu hingga 130 ribu unit sampai dengan Agustus 2026.
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, mengatakan penyaluran KPR BTN masih didominasi oleh program pemerintah. BTN saat ini menguasai sekitar 70-77 persen pangsa pasar KPR.
“Terkait KPR, kita memang terutama sekali di program pemerintah, kita masih menguasai market share sekitar 70-77% di tahun ini, dan memang kita akui tumbuhnya dibanding tahun lalu lebih melamban, terutama di KPR subsidi ya,” kata Nixon, saat Public Expose Live 2026 secara daring, Kamis (10/9).
Menurut Nixon, pertumbuhan KPR subsidi pada tahun ini memang lebih melambat dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, BTN terus menyiapkan strategi untuk mendorong penyaluran KPR.
Salah satu yang disiapkan adalah mendorong penyaluran KPR melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk hunian vertikal atau high-rise building di kawasan perkotaan.
“Misalnya nanti ke depannya strategi kita ke rumah perkotaan lewat program pemerintah FLPP di high-rise building. Kalau kita lihat juga sampai dengan Juni kita sudah 100 ribuan rumah sebenarnya, pemerintah 120 ribuan rumah, sampai Agustus mungkin sudah sekitar 120-130 ribuan rumah,” kata Nixon.
BTN juga menargetkan porsi kredit non-perumahan mencapai sekitar 30 persen dari total kredit pada 2030, dari posisi 20,4 persen pada Juni 2026 dan 18,0 persen pada akhir 2025.
Untuk mempercepat diversifikasi, BTN mengakuisisi portofolio kredit untuk memperbesar basis nasabah sekaligus meningkatkan kontribusi bisnis non-perumahan.
Hingga Juni 2026, porsi kredit non-perumahan BTN meningkat menjadi 20,4 persen dari total kredit, dan diproyeksikan terus meningkat secara bertahap menuju 30 persen pada 2030.
