Cek Harga Pangan di Pasar: Ayam Potong Rp 45.000/Kg, Cabai Rawit Rp 70.000/Kg

Harga daging ayam di beberapa pasar di Jakarta terpantau naik. Di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, harga daging tersebut dibanderol Rp 45.000 per kg pada Jumat (4/9).
Surip (480), seorang pedagang ayam potong di Pasar Kramat Jati mengatakan harga Rp 45.000 tersebut naik sejak musim liburan sekolah berakhir. Saat musim libur sekolah, ia mengungkapkan harga ayam potong jauh lebih rendah yakni pada Rp 35.000 per kg.
“Bersih per kg Rp 45.000, kalau daging-dagingan (filet) Rp 60.000. Ini naik, enggak ada penurunan, udah dari anak-anak habis libur. Anak sekolah libur murah, pas masuk mahal,” kata Surip kepada kumparan.
Masih di pasar tersebut, Murtini (58) yang juga menjual ayam potong menyampaikan hal senada. Menurutnya, memang ada kenaikan harga daging ayam yang terjadi sejak libur sekolah usai.
Selain daging ayam, kumparan juga mengecek harga beberapa komoditas lain seperti telur, berbagai jenis cabai dan bawang. Untuk telur di Pasar Kramat Jati saat ini harganya pada kisaran Rp 26.000 per kg.
Hilmi (24) yang merupakan pedagang telur di sana menjelaskan harga itu memang naik jika dibandingkan dengan harga 3 hari lalu.
“Dari Rp 24.000 sampai Rp 25.000 per kg, kalau Rp 26.000 baru tiga hari, naik Rp 2.000 an,” ujarnya.
Sedangkan untuk harga cabai keriting di pasar tersebut saat ini ada pada kisaran Rp 45.000 per kg, sementara cabai rawit ada pada kisaran Rp 70.000 per kg.
“Tiap hari naik sih (cabai-cabaian), naik Rp 2.000, naik Rp 3.000 per kg,” kata Lidun (51) yang merupakan pedagang cabai dan bawang di sana.
Sementara untuk bawang merah, saat ini ia menjualnya dengan harga Rp 30.000 per kg. Angka itu turun dibanding 2 hari lalu di mana ia menjualnya dengan harga Rp 35.000 per kg. Sedangkan untuk bawang putih, harganya tetap pada angka Rp 40.000 per kg.
Bergeser ke Pasar Tebet Timur, Jakarta Selatan, harga daging ayam broiler dijual pada kisaran Rp 50.000 sampai Rp 55.000 per ekor. Tukiyah (64) yang menjual ayam dengan harga Rp 55.000 per ekor menyebut angka tersebut memang naik jika dibandingkan musim libur sekolah.
“Rp 55.000, kemarin naik (selesai libur) belum turun lagi. Biasanya Rp 50.000 per ekor. Itu udah pas anak sekolah (masuk),” ujar Tukiyah.
Herma (50) yang juga pedagang daging ayam di sana saat ini menjual ayam dengan harga Rp 50.000 per ekor. Hal ini karena modal yang ia keluarkan untuk ayam per ekornya mencapai Rp 45.000.
Meski demikian, modal tersebut menurutnya sedikit lebih turun ketimbang biasanya. Modalnya pernah mencapai Rp 47.000 per ekor ayam.
“Itungannya ekoran di sini. Sekarang modalnya aja Rp 45.000 (seekor), jualnya Rp 50.000 lah. Belum ongkosnya, belum nyewa kios. Ini mendingan udah gede, tadinya Rp 47.000 modalnya,” kata Herma.
Selain ayam, kumparan juga memantau harga berbagai jenis cabai dan bawang. Di PSPT, harga cabai keriting berada pada kisaran Rp 50.000 per kg, sementara cabai rawit sekarang dijual hingga Rp 80.000 per kg.
“Kalau keriting naik kalau kemarin kan RP 40.000, sekarang Rp 50.000 per kg, baru 4 hari. Rawit dari Rp 60.000 sekarang RP 80.000 per kg, kalau naik RP 20.000 an baru dua hari ini,” kata Tati (38) yang merupakan pedagang sayur di sana.
Sementara untuk harga telur, harganya di PSPT ada pada kisaran Rp 28.000 per kg. Angka tersebut menurut Musliah (70) naik ketimbang 2 hari lalu. “Kemarin Rp 25.000, dua hari ini. Telur enggak tentu, kadang turun kadang naik,” ujarnya.
Berdasarkan laman SP2KP Kementerian Perdagangan, rata-rata nasional per 3 September 2026, harga daging ayam ras adalah Rp 41.160 per kg atau turun 0,08 persen dibanding hari sebelumnya. Untuk ayam, berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2026, Harga Acuan Penjualan di Konsumen ada pada angka Rp 40.000 per kg.
Sementara itu, cabai merah keriting ada pada Rp 44.625 per kg atau naik 2,10 persen dibanding hari sebelumnya, cabai rawit merah RP 68.228 per kg atau naik 1,67 persen, bawang merah Rp 33.487 per kg atau naik 0,17 persen serta bawang putih honan Rp 35.427 per kg atau turun 0,05 persen.
