Kumparan Logo

Cerita Sukses UMKM di KKI 2026: Raih Omzet Rp 177,2 Miliar

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 6 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kain tenun Bungong Jaroe di pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Foto: Nur Pangesti/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kain tenun Bungong Jaroe di pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Foto: Nur Pangesti/kumparan

Selepas lulus SMP, Khairiah menganggur selama 2 tahun lamanya. Hingga akhirnya pelatihan dari Bank Indonesia mengubah jalan hidupnya. Kini Khairiah menjadi bagian dari kelompok Tenun Bungong Jaroe, usaha tenun turun-temurun asal Aceh Timur yang sempat lama vakum sebelum bangkit kembali.

Pekan ini, hasil tenunannya berjejer di antara ribuan produk UMKM lain di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC). Dipamerkan di hadapan pengunjung, calon pembeli, hingga duta besar negara sahabat.

Kisah Khairiah adalah satu dari ribuan cerita yang menyatu dalam gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026, pameran tahunan Bank Indonesia (BI) yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-11. Berlangsung 20–23 Agustus 2026, KKI 2026 melibatkan lebih dari 1.850 pelaku UMKM yang hadir secara daring maupun luring.

Bendang Tandua produk Sakombu di pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Foto: Nur Pangesti/kumparan

Cerita lainnya datang dari Sakombu, brand fesyen dan kerajinan asal Sumatera Barat. Sakombu mengubah serat rumput teki-tekian yang sebelumnya dianggap gulma menjadi bahan baku sling bag, handbag, hingga aksesori bertema budaya Minangkabau seperti Bendang Tandua yang terinspirasi dari tanduk kerbau. Produk Sakombu dibanderol mulai Rp 400 ribu hingga Rp2 juta untuk produk anyaman dengan teknik yang lebih rumit.

Founder sekaligus Creative Director Sakombu, Dewi Febriana, mengatakan usahanya sudah 2 tahun menjadi binaan BI. Ia merasakan manfaat pelatihan bisnis, kurasi, business matching, hingga kesempatan berpameran di pasar dalam dan luar negeri.

"Yang kita suka adalah di sini produknya kurasi, brand-nya jelas, dan pasarnya juga lebih pantas," ujarnya.

Pjs Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti memberikan sambutan saat upacara pembukaan Karya Kreatif Indonesia di Hall B JICC, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Semangat "Berdaya Bersama-sama"

Tahun ini KKI mengangkat tema "Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing", dengan semangat Beudaya Meusare Sare dari Aceh yang bermakna berdaya dan bersama-sama. Pemilihan semangat itu bukan tanpa alasan. Gelaran ini sekaligus menjadi bentuk dukungan BI terhadap kebangkitan UMKM di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam.

Pejabat Gubernur Sementara BI, Destry Damayanti, mengatakan Aceh menjadi salah satu daerah yang terdampak bencana cukup besar, sehingga turut mempengaruhi aktivitas UMKM dan perekonomian masyarakat setempat.

"Kami coba mengangkat kembali mental mereka, semangat mereka, bahwa masih ada yang melihat dan peduli dengan mereka," ujar Destry saat membuka KKI 2026 di JICC, Kamis (20/8).

Acara pembukaan turut dihadiri Ketua Dewan Kerajinan Nasional Selvi Gibran Rakabuming, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Putri, serta Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Doddy Zulverdi.

Pjs Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti melihat koleksi pameran Karya Kreatif Indonesia 2026 yang digelar oleh Bank Indonesia di JICC, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Menurut Destry, penguatan UMKM semakin penting di tengah ketidakpastian ekonomi dan tantangan geopolitik global. Destry menyebut 64 juta pelaku UMKM di Indonesia mampu menyerap 97 persen tenaga kerja dan berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Sementara itu Direktur Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau (DEIH) BI, Kurniawan Agung, menyatakan semangat "bangkit, tangguh, dan berkelanjutan" tidak hanya ditujukan bagi UMKM yang berupaya bangkit dari keterpurukan, tetapi juga bagi pelaku usaha yang telah memiliki fondasi kuat agar dapat memperluas pasar.

"Jadi tidak hanya mereka bangkit dari keterpurukan, kemudian yang sudah kuat bisa lebih masuk lagi ke pasar domestik dan juga luar negeri," ujarnya.

Menurut Kurniawan, KKI tidak sekadar menjadi ajang pameran produk, melainkan juga ruang bagi pelaku usaha membangun koneksi dan membuka peluang bisnis lewat seminar, business matching, hingga pertemuan dengan investor dan agregator.

Pengunjung melihat koleksi pameran Karya Kreatif Indonesia 2026 yang digelar oleh Bank Indonesia di JICC, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Korporasi Gandeng UMKM

Salah satu terobosan yang mengemuka dalam rangkaian KKI 2026 adalah inisiasi Gerakan Korporasi Gandeng UMKM. Deputi Gubernur BI, Thomas A.M. Djiwandono, menyampaikan bahwa intermediasi berperan penting memastikan kapasitas pembiayaan di sektor keuangan mengalir ke sektor produktif, mendukung ekspansi usaha, dan mendorong penciptaan lapangan kerja.

"UMKM yang tumbuh dapat menjadi usaha menengah, dan usaha menengah yang terus berkembang dapat menjadi korporasi baru Indonesia," ujar Thomas.

Gerakan ini menghubungkan UMKM dengan rantai pasok dan rantai nilai korporasi melalui kemitraan. Sehingga akses pasar, jaringan, teknologi, pengalaman, dan standar usaha yang dimiliki korporasi besar dapat menjadi pengungkit bagi UMKM untuk naik kelas.

Dalam KKI 2026, upaya ini diwujudkan lewat fasilitasi business matching dengan target omzet dan business matching ekspor sebesar Rp 446,9 miliar, serta business matching pembiayaan, termasuk pembiayaan hijau, sebesar Rp 212,8 miliar.

Pengunjung melihat koleksi pameran Karya Kreatif Indonesia 2026 yang digelar oleh Bank Indonesia di JICC, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Di tempat yang sama, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menegaskan pemerintah terus memperkuat dukungan bagi UMKM melalui akses pembiayaan yang terjangkau, insentif perpajakan, serta kemudahan ekspor dan akses pasar.

"UMKM tidak hanya naik kelas ketika memperoleh pembiayaan, tetapi juga ketika memperoleh akses pasar, meningkatkan kapasitas, dan membangun kemitraan," kata Juda.

Selama 4 hari pelaksanaan, KKI 2026 menghadirkan 44 rangkaian kegiatan, mulai dari talkshow ekonomi-keuangan inklusif dan berkelanjutan, pagelaran karya kreatif, business matching pembiayaan dan ekspor, showcase UMKM unggulan, area Cangkir Nusantara, showcase pariwisata, hingga ruang interaksi dan instalasi hijau.

Produk yang ditampilkan mencakup wastra, ready to wear, aksesori, home decor, kopi, makanan dan minuman olahan, hingga atraksi desa wisata.

KKI 2026 juga menghadirkan 5 aspek kebaruan, mulai dari program berdampak nyata Cangkir Barista dan Citra Nusa, perluasan kolaborasi, penguatan ekosistem rantai nilai, inovasi generasi muda untuk produk lokal, hingga penerapan prinsip keberlanjutan lewat konsep KKI Bijak, zero emission dan zero waste to landfill, serta pengembangan zona hijau.

Emisi yang dihasilkan dari penyelenggaraan acara dikompensasi melalui penanaman pohon dan pembelian kredit karbon, sementara sampah organik dari peserta dan pengunjung diolah kembali menjadi produk bernilai guna seperti pupuk.

Pengunjung melihat koleksi pameran Karya Kreatif Indonesia 2026 yang digelar oleh Bank Indonesia di JICC, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Transaksi dan Omzet Penjualan Melonjak

BI mencatat nilai business matching dalam rangkaian KKI 2026 mencapai hampir Rp 454,9 miliar, terdiri dari business matching ekspor sebesar Rp 169,9 miliar (melibatkan 151 kesepakatan, 192 UMKM, 31 buyer, dan 16 negara) dan business matching pembiayaan, termasuk pembiayaan hijau, sebesar Rp 285 miliar, meningkat 30,3 persen dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir.

Deputi Gubernur BI, Aida S. Budiman mengatakan, capaian tersebut menunjukkan UMKM tetap memiliki daya saing di tengah kondisi global yang lebih menantang dibandingkan tahun sebelumnya.

"Memang tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, tapi Bapak-Ibu kondisi globalnya sangat jauh berbeda dibandingkan tahun lalu. Tahun ini kita punya geopolitik yang sangat susah, tapi intinya dengan angka yang berbeda tersebut UMKM Indonesia ini berdaya saing," kata Aida dalam acara closing ceremony KKI 2026.

Di sisi penjualan, total omzet KKI 2026 mencapai Rp 177,2 miliar, tumbuh 46 persen secara tahunan selama 4 hari penyelenggaraan KKI.

Dari jumlah tersebut, penjualan offline mencapai Rp 57,76 miliar, sedangkan penjualan online mencapai Rp119,44 miliar, bukti bahwa kanal digital kini menjadi mesin penjualan utama bagi UMKM binaan BI, sejalan dengan produk-produk seperti tenun Sakombu yang juga mengandalkan kurasi dan pasar yang lebih luas. Angka penjualan tersebut masih berpotensi meningkat karena perhitungan yang disampaikan merupakan hasil penghitungan sementara.

Pengunjung melihat koleksi pameran Karya Kreatif Indonesia 2026 yang digelar oleh Bank Indonesia di JICC, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan