Danantara-ESDM Rapat Bahas Proyek Logam Tanah Jarang di Mamuju
·waktu baca 2 menit

Danantara Indonesia, Kementerian ESDM, Kementerian Pertahanan (Kemenhan), dan Badan Industri Mineral (BIM) membahas pengembangan logam tanah jarang atau rare earth element di Mamuju, Sulawesi Barat.
Rapat tersebut dilakukan di kantor Badan Pengaturan (BP) BUMN, Selasa (12/5), yang dihadiri oleh Chief Technology Officer (CTO) BPI Danantara Sigit Puji Santosa, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno, dan Kepala BIM sekaligus Mendiktisaintek Brian Yuliarto.
Menhan juga sekaligus merupakan Ketua Dewan Pengarah BIM. Sementara Tri yang mewakili Menteri ESDM Bahlil Lahadalia merupakan anggota Dewan Pengarah BIM.
Tri mengatakan, rapat tersebut membahas pengembangan logam tanah jarang di Mamuju, meskipun enggan menjelaskan lebih lanjut poin-poin pembahasannya.
"Pembahasan ini saja yang Mamuju, pengembangan seperti apa untuk rare earth element," ungkapnya kepada awak media.
Meski begitu, dia membantah rapat tersebut membahas proyek fasilitas pengolahan logam tanah jarang yang akan groundbreaking pekan depan di Bangka Belitung.
Kepala BIM Brian Yuliarto mengatakan proyek tersebut akan digarap PT Timah Tbk dengan menggandeng PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas).
“Iya, jadi itu masih dikebut terus, ya, nanti Perminas bersama dengan PT Timah tentunya. Saat ini sedang kita lakukan persiapan terus-menerus, ya, kita kejar di tanggal 20 minggu depan,” kata Brian ditemui di JCC, Jakarta, Selasa (12/5).
Terkait lokasi, nantinya fasilitas itu menurut Brian akan dibangun di Bangka Belitung. “Tapi memang tahun ini pasti akan mulai dibangun. Bukan (Mamuju) ini yang Bangka Belitung,” ujarnya.
PT Timah saat ini tengah mengembangkan Pilot Plant LTJ di Tanjung Ular, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Saat ini, PT Timah juga tercatat telah menemukan potensi cadangan monasit sekitar 25.700 ton di wilayah Bangka Belitung.
Berdasarkan data Badan Geologi Kementerian ESDM, dari total 28 lokasi mineralisasi logam tanah jarang yang telah teridentifikasi, baru sekitar sembilan lokasi atau 30 persen yang menjalani eksplorasi tahap awal. Sementara itu, sekitar 19 lokasi lainnya atau 70 persen belum tersentuh maupun belum dieksplorasi secara optimal.
LTJ terkandung dalam salah satu mineral ikutan timah, yakni monasit, yang terdiri dari 15 unsur dengan unsur dominan Cerium, Lantanum, Neodymium dan Praseodimium. LTJ juga mengandung Thorium yang dapat diolah menjadi sumber energi nuklir.
