Kumparan Logo

Defisit APBN per Mei 2026 Sebesar Rp 180,4 T atau 0,70 Persen Terhadap PDB

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam Konferensi Pers APBN Kita, Jumat (5/6/2026). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam Konferensi Pers APBN Kita, Jumat (5/6/2026). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan APBN hingga Mei 2026 defisit senilai Rp 180,4 triliun. Realisasi itu setara dengan 0,70 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Defisit dapat terjadi jika pendapatan negara lebih kecil dibanding jumlah pengeluaran atau belanja negara.

Tercatat, pendapatan negara sampai Mei 2026 mencapai Rp 1.185 triliun atau tumbuh 19,1 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara belanja negara terealisasi sebesar Rp 1.365 triliun atau tumbuh 34,4 persen yoy.

"Defisit APBN sampai Mei tercatat sebesar Rp 180,4 triliun atau 0,70 persen terhadap PDB," ungkapnya saat konferensi pers APBN KiTA di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jumat (5/6).

Keseimbangan primer tercatat surplus Rp 58,6 triliun atau tumbuh 69,5 persen yoy.

instagram embed