Dirut BEI Buka Suara soal IHSG Terjun 1,51% di Hari Pertama Penerapan Saham Rp 1

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,51 persen atau turun 94,03 poin ke level 6.147,86 pada perdagangan Senin (28/9). Pelemahan ini terjadi bersamaan dengan mulai berlakunya kebijakan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menurunkan batas minimum harga saham dari Rp 50 menjadi Rp 1 per lembar.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan pelemahan IHSG hari ini tidak semata-mata disebabkan oleh penerapan batas harga minimum baru.
“Pada saat ini mau diberlakukan respon dari pasar itu positif. Yang kedua, tentu bobot dari saham-saham yang sudah lama di harga Rp 50 itu bobotnya terhadap IHSG juga tidak besar,” kata Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta, Senin (28/9).
Menurut Jeffrey, sejumlah saham yang selama ini berada di level Rp 50 bahkan sudah bertahun-tahun tak mencatatkan transaksi.
“Jadi tidak semata-mata karena faktor penurunan di bawah harga Rp 50 yang memberikan pressure kepada IHSG,” ujar dia.
Jeffrey menjelaskan, saham-saham yang berada di level Rp 50 memiliki bobot yang relatif kecil terhadap pergerakan IHSG.
“Karena saham-saham yang ada di harga Rp 50 itu ada yang sudah bertahun-tahun di harga Rp 50 tanpa ada transaksi,” ucapnya.
Menurutnya, kondisi itu membuat perubahan batas harga minimum memberikan kesempatan bagi pelaku pasar untuk mencari harga yang lebih sesuai dengan nilai saham.
