Kumparan Logo

Dirut BEI Komitmen Benahi Pasar Modal, Tingkatkan Transparansi hingga Integritas

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konferensi pers Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad bersama Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi dan direktur utama BEI, Jeffrey Hendrik, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi pers Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad bersama Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi dan direktur utama BEI, Jeffrey Hendrik, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menegaskan komitmennya untuk melanjutkan agenda reformasi pasar modal yang telah berjalan dalam beberapa bulan terakhir. Pernyataan itu disampaikan Jeffrey usai bertemu Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco di DPR, Kamis (18/6).

Jeffrey telah ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Direktur Utama BEI periode 2026-2030 bersama jajaran direksi baru lainnya. Penetapan Jeffrey bakal mendapatkan pengesahan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BEI pada 29 Juni 2026.

"Tadi kami direksi BEI periode 2026-2030 yang baru saja ditetapkan oleh OJK dan ditetapkan dalam RUPS nanti, melapor pada pimpinan DPR," kata Jeffrey.

Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, di Gedung BEI, Jakarta, Senin (18/5/2026). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan

Jeffrey menekankan BEI juga bakal memperkuat transparansi, integritas, dan tata kelola guna meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar modal RI. Dia mengatakan penguatan fondasi pasar modal akan menjadi salah satu fokus utama kepengurusan baru BEI.

"Kami tentu akan melanjutkan reformasi pasar modal yang sudah kita lakukan 4 bulan terakhir ini, kemudian juga komitmen kami terus meningkatkan transparansi, dan integritas serta tata kelola di Bursa Efek Indonesia," ujar Jeffrey.

Selain memperkuat tata kelola, Jeffrey juga menargetkan pendalaman pasar lewat peningkatan jumlah investor dan perusahaan yang memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan.

Menurutnya, pengembangan pasar harus dilakukan dari dua sisi, yakni memperkuat permintaan (demand) melalui peningkatan partisipasi investor dan memperbesar pasokan (supply) dengan mendorong lebih banyak emiten dan instrumen investasi masuk ke bursa.

"Serta terus melakukan pendalaman pasar baik dari sisi demand maupun sisi suplai sehingga ke depan potensi BEI untuk menjadi bursa kelas dunia yang setara bursa bursa besar di dunia akan dapat kita wujudkan segera," tutur Jeffrey.