Kumparan Logo

Durian dari Malaysia Melimpah, Pedagang Singapura Beri Banyak Promo-Gratis

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi menepuk buah durian. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menepuk buah durian. Foto: Shutterstock

Fenomena promo durian bahkan gratis, sedang terjadi di Singapura. Hal ini disebabkan adanya pasokan durian asal Malaysia yang melimpah.

Dikutip dari BBC, Selasa (30/6), selama beberapa hari terakhir antrean panjang terlihat berkelok hingga dua blok jalan menuju kios buah durian Ninja di Tampines, Singapura. Antrean tersebut dilaporkan menunggu durian gratis yang dibagikan oleh penjual sejak pertengahan Juni. Adapun masing-masing pelanggan bisa mendapat dua buah durian dengan mengantre.

Salah satu toko durian di Singapura yakni Toko Durian Ninja dilaporkan terus membagikan durian gratis. Pemilik toko tersebut, Kee Eng Chai mengatakan bahwa ia memang ingin berbagi kembali kepada masyarakat.

Menurut para pegawai, durian gratis tersebut biasanya habis diserbu dalam waktu satu hingga dua jam. Sisa stok lainnya dijual dengan harga serendah SGD 1 per porsi kecil seukuran telapak tangan.

Kee juga berharap harga murah tersebut dapat menarik pelanggan baru. Hal ini karena selama ini mereka menyadari bahwa sebagian besar pembeli mereka adalah warga Singapura yang lebih tua.

"Kami berharap dapat mendorong generasi muda untuk mencoba lebih banyak varietas durian," ujarnya.

Stok Melimpah dari Malaysia, Harga Durian Anjlok

Ilustrasi durian musang king malaysia. Foto: Cliff Loh/Shutterstock

Fenomena diskon dan gratis durian di Singapura itu memang disebabkan melimpahnya pasokan durian dari Malaysia. Negeri jiran itu biasanya memproduksi 550.000 ton durian per tahun. Namun, panen yang luar biasa melimpah pada tahun 2026 menyebabkan harga durian anjlok.

Walau demikian, di tengah fenomena tersebut terdapat cerita para petani Malaysia yang justru merasa kecewa. Mereka mengatakan bahwa banjir pasokan durian tersebut merupakan dampak dari ledakan industri durian selama satu dekade terakhir ketika banyak warga Malaysia beralih menjadi petani durian untuk memanfaatkan meningkatnya permintaan dari China.

"Dulu, banyak orang menebang pohon karet atau kelapa sawit mereka untuk menanam durian. Banyak pohon yang ditanam pada masa itu sekarang mulai berbuah," kata Lu Yuee Thing, pemilik beberapa kebun durian di dekat kota Raub, Malaysia.

Selama satu dekade terakhir, ekspor durian Malaysia khususnya ke China memang meningkat pesat. Hal ini didorong oleh varietas premium seperti Musang King yang dijuluki oleh masyarakat China sebagai ‘Hermès’ nya durian.

Le Wah Chong, pengelola resor mewah sekaligus kebun durian di Malaka bercerita bahwa dengan kondisi satu dekade terakhir, banyak orang mulai menanam Musang King. Hal itu justru kini membuat harga Musang King jatuh.

Pada Desember lalu, ia menjual durian Musang King kepada pengecer dengan harga rata-rata 13,50 ringgit atau sekitar USD 3,30. Namun bulan ini, ia hanya bisa menjualnya dengan harga setengahnya.

Dengan begitu, ia telah memangkas harga Musang King miliknya hampir sepertiga menjadi 50 ringgit per kilogram.

"Tekanan pasar terlalu besar bagi saya," ujarnya.

Mencicipi Durian Musang King di Kuala Lumpur, Malaysia. Foto: Rizki Baiquni Pratama/kumparan

Selain Le, hal serupa dialami oleh Han Sing Keng yang merupakan petani sekaligus penjual durian di negara bagian Johor, Malaysia. Ia mengatakan bahwa banyak durian yang membanjiri pasar dengan harga murah utamanya durian yang tidak memenuhi standar ekspor.

Selain Musang King, varietas premium lain seperti Black Thorn juga mengalami penurunan harga. Namun yang paling murah tetaplah durian kampung. Adapun sebelum dihantam kelebihan pasokan, para petani itu juga sudah terlebih dahulu menghadapi hasil panen yang buruk akibat cuaca yang tidak mendukung.

"Setiap fase pertumbuhan durian membutuhkan kondisi cuaca yang berbeda," kata Han.

Ia menjelaskan bahwa hujan yang tidak sesuai musim, curah hujan berlebihan, atau angin kencang dapat mengganggu proses penyerbukan. Setelah itu, pohon durian biasanya membutuhkan sekitar satu bulan cuaca panas untuk berbunga namun tetap memerlukan suhu yang lebih sejuk saat masa panen.

Edwyn Chiang Kyn Hoe, Sekretaris Jenderal Malaysia International Durian Industry Development Association (MIDIDA) menjelaskan bahwa dampak cuaca terhadap petani durian sebenarnya tidak merata di seluruh wilayah Malaysia.

Menurutnya, beberapa kebun mengalami curah hujan yang tidak menentu selama masa pembungaan, sementara produsen lain justru mencatat hasil panen yang relatif normal.

"Keanekaragaman geografis Malaysia menyebabkan setiap daerah penghasil mengalami kondisi cuaca yang berbeda-beda," kata Edwyn.

Merespons persoalan pasokan yang berlebih dan cuaca, Federal Agricultural Marketing Authority Malaysia telah menerapkan langkah-langkah darurat untuk melindungi pendapatan petani kecil termasuk dengan membeli durian dari mereka dengan harga dasar tertentu.

"Kami berharap harga dapat pulih dalam beberapa minggu ke depan," kata Wakil Direktur Faisal Iswardi Ismail.