Ekonomi Kanada Naik Jadi 3,3% pada Kuartal II Meski Tertekan Tarif AS

Pertumbuhan ekonomi Kanada meningkat menjadi 3,3 persen pada kuartal II. Hal ini menunjukkan pemulihan kuat setelah mengalami perlambatan selama setahun yang dipicu oleh tarif Amerika Serikat (AS) dan perlambatan imigrasi.
Laporan Statistics Canada pada Jumat (28/8) menyatakan, ekspansi pada periode April hingga Juni itu didorong oleh peningkatan ekspor, belanja rumah tangga, dan investasi bisnis.
Para ekonom yang disurvei Bloomberg memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II sebesar 3,4 persen secara tahunan, sejalan dengan estimasi awal Statistics Canada berdasarkan data industri.
Laju pertumbuhan itu juga merupakan yang tercepat dalam beberapa tahun terakhir dan menunjukkan dunia usaha mulai beradaptasi dengan tarif AS, sebuah proses yang juga mulai terlihat oleh Bank of Canada. Namun, momentum tersebut menghadapi hambatan baru di tengah kembali meningkatnya ketegangan perdagangan dengan AS.
Sementara imbal hasil obligasi jangka pendek tidak banyak berubah setelah data dirilis, sementara dolar Kanada yang sebelumnya sempat menguat berbalik melemah dan diperdagangkan hingga 1,386 per dolar AS.
Data yang direvisi dari lembaga federal tersebut pun menunjukkan ekonomi Kanada tidak menyusut pada kuartal I seperti yang sebelumnya dilaporkan. Sebaliknya, ekonomi tumbuh 0,3 persen secara tahunan. Hal ini mencerminkan Kanada tidak mengalami resesi teknis dan berada dalam kondisi yang lebih baik dari perkiraan sebelumnya pada paruh pertama tahun ini.
Statistics Canada mengalami gangguan berkepanjangan pada situs webnya pada Jumat (28/8) pagi, sehingga menyulitkan para analis untuk menelaah data tersebut.
Ekspor melonjak 15,1 persen secara tahunan pada kuartal II, menjadi pertumbuhan tercepat dalam lebih dari tiga tahun, antara lain berkat pengiriman kendaraan dan kenaikan harga minyak. Namun, tarif tambahan mengancam untuk menahan pemulihan tersebut.
Tarif baru AS sebesar 50 persen terhadap barang-barang Kanada senilai USD 20 miliar mulai berlaku pada 22 Agustus, setelah perundingan perdagangan antara kedua negara terhenti pekan lalu. Kanada berencana memberlakukan tarif balasan pada 8 September, sementara Presiden Donald Trump mengancam menaikkan tarif kendaraan dan suku cadang buatan Kanada menjadi 50 persen pada 1 Januari.
“Masalah dengan PDB adalah sifatnya yang melihat ke belakang. Namun, data tersebut menunjukkan bahwa momentum ekonomi cukup kuat memasuki paruh kedua tahun ini, yang dapat membantu perekonomian Kanada menyerap dampak dari putaran baru tarif AS,” kata kepala ekonom Servus Credit Union, Charles St-Arnaud, dikutip dari Bloomberg.
Kemudian, ringkasan pembahasan terbaru Bank of Canada juga menunjukkan sejumlah pejabat khawatir mengenai keberlanjutan pemulihan ekonomi dalam jangka pendek.
Bank sentral tersebut dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga pada pekan depan dan secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 2,25 persen untuk ketujuh kalinya secara berturut-turut. Meskipun para pelaku pasar dalam perdagangan overnight swap memperkirakan adanya kenaikan suku bunga pada akhir Januari, ketidakpastian baru terkait perdagangan kembali mempersulit arah kebijakan moneter.
Secara bulanan, PDB riil meningkat 0,3 persen pada Juni, melampaui ekspektasi ekonom yang memperkirakan kenaikan 0,2 persen. Estimasi awal Statistics Canada menunjukkan ekonomi tidak mengalami pertumbuhan pada Juli.
Sementara itu, PDB riil per kapita meningkat 3,8 persen secara tahunan pada periode April hingga Juni ketika populasi Kanada mengalami penurunan selama tiga kuartal berturut-turut. Angka tersebut merupakan pertumbuhan tercepat sejak akhir 2021.
Investasi bisnis pada struktur nonresidensial, mesin, dan peralatan tumbuh pada laju tercepat dalam dua tahun, dengan ekspansi 12,3 persen secara kuartalan. Investasi pada komputer dan perangkat komputer juga meningkat, didorong oleh kenaikan impor unit pemrosesan yang umumnya digunakan untuk pusat data.
Lebih lanjut, konsumsi rumah tangga tumbuh 3,3 persen, didorong oleh peningkatan belanja untuk reksa dana dan layanan investasi, serta kendaraan penumpang dan sewa rumah.
Pendapatan perusahaan meningkat 9,6 persen, menjadi kenaikan terbesar sejak awal 2021. Peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan harga energi akibat perang di Iran. Investasi pada sektor konstruksi perumahan meningkat 10,4 persen.
kepala ekonom Signal49 Research, Petro Antunes, menyampaikan catatan kehati-hatian.
“Saya khawatir eskalasi perang dagang ini akan memberikan dampak besar bagi banyak usaha kecil,terutama sektor barang konsumsi dan manufaktur kecil, yang sangat bergantung pada pasar AS,” kata Antunes.
“Jika kondisi ini berlangsung lama dan kita tidak mendapatkan penyelesaian atas kenaikan tarif tersebut, baik dari sisi AS maupun Kanada, dampaknya akan sangat merugikan,” imbuhnya.
