Kumparan Logo

Emiten BEST Gandeng PLN & Mitra Strategis Bangun Kawasan Industri AI-Data Center

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BeFa) atau BEST menggandeng PT PLN (Persero) dan sejumlah mitra strategis kembangkan kawasan industri AI dan Data Center di Bali, Kamis (27/8/2026). Foto: BEST
zoom-in-whitePerbesar
PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BeFa) atau BEST menggandeng PT PLN (Persero) dan sejumlah mitra strategis kembangkan kawasan industri AI dan Data Center di Bali, Kamis (27/8/2026). Foto: BEST

PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BeFa) atau BEST menggandeng PT PLN (Persero) dan sejumlah mitra strategis untuk memperkuat pengembangan kawasan industri yang siap mendukung pertumbuhan industri berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), data center, cloud computing, hingga industri digital.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bertema “Powering The AI Ready Industrial Ecosystem-Power, Connection, Assured” yang digelar di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali, Kamis (27/8).

Langkah tersebut menjadi bagian dari pengembangan BeFa Digital Town, area yang dipersiapkan untuk mendukung pertumbuhan industri berbasis AI, data center, cloud, smart manufacturing, Internet of Things (IoT), dan automation melalui kesiapan infrastruktur energi, air, serta konektivitas digital yang terintegrasi.

Direktur Utama BeFa Leo Yulianto Sutedja mengatakan, perkembangan AI dan industri digital telah mengubah kebutuhan investor dalam memilih kawasan industri. Investor kini tidak hanya mempertimbangkan ketersediaan lahan dan lokasi, tetapi juga kepastian infrastruktur yang memungkinkan bisnis dapat langsung beroperasi dan berkembang.

“Bagi investor, yang utama adalah kepastian bahwa kebutuhan infrastruktur dapat terpenuhi sesuai kualitas dan jadwal yang diminta. Melalui kolaborasi ini, BeFa memastikan kesiapan listrik, konektivitas, air, dan infrastruktur pendukung lainnya secara terintegrasi. Bagi kami, AI-ready itu memberikan kepastian kepada tenant sejak hari pertama berinvestasi,” ujar Leo.

Menurutnya, pertumbuhan AI dan data center membawa kebutuhan yang berbeda dibandingkan industri konvensional. Keandalan dan kontinuitas pasokan listrik, konektivitas berkapasitas tinggi, ketersediaan air, serta kemampuan infrastruktur untuk berkembang sejalan dengan ekspansi bisnis menjadi faktor penting dalam menentukan lokasi investasi.

Karena itu, tantangan kawasan industri ke depan bukan lagi sekadar menyediakan utilitas, melainkan memastikan seluruh infrastruktur fundamental tersebut tersedia, saling terhubung, andal, dan dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan.

BeFa menjawab kebutuhan tersebut melalui pendekatan yang mengintegrasikan power, water, dan neutral fiber sebagai fondasi utama kawasan. Dengan demikian, investor diharapkan dapat lebih fokus pada pembangunan dan pengembangan bisnis tanpa harus memulai dari persoalan dasar mengenai kesiapan infrastruktur.

Ilustrasi Data Center. Foto: Gorodenkoff/Shutterstock

Dalam acara tersebut, BeFa bersama Industrial Grid Nusantara (IGN) dan PT PLN (Persero) menandatangani MoU untuk memperkuat kesiapan dan kepastian infrastruktur kelistrikan di kawasan. Sementara itu, SolidBlue akan menandatangani MoU dengan XenithIG memperkuat pengembangan konektivitas dan infrastruktur digital di BeFa Digital Town.

Dalam industri berbasis AI dan data center, tantangan tidak hanya terletak pada besarnya kapasitas daya yang tersedia, tetapi juga pada kemampuan menyalurkan daya tersebut secara andal dan mengembangkannya sesuai pertumbuhan kebutuhan tenant.

“Bersama PLN dan BeFa, kami ingin membangun kesiapan infrastruktur kelistrikan di dalam kawasan yang memungkinkan kebutuhan daya direncanakan sejak awal, ditingkatkan ketika bisnis berkembang, dan tidak menjadi hambatan bagi ekspansi tenant di kemudian hari. Bagi investor, kepastian seperti inilah yang semakin penting dalam menentukan lokasi investasinya,” ujar Direksi IGN.

Sementara itu, Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PT PLN (Persero) Rakhmad Dewanto menyampaikan komitmen PLN dalam mendukung penyediaan infrastruktur kelistrikan yang andal, berkualitas, dan mampu berkembang mengikuti kebutuhan pelanggan.

Menurutnya, kolaborasi antara PLN, BeFa, dan IGN merupakan bagian dari upaya bersama untuk memberikan kepastian energi bagi tenant dan calon investor.

instagram embed