Emiten Migas RAJA & RATU Bermitra dengan Genting Berhad, Garap Gas Alam-FLNG
·waktu baca 3 menit

Emiten migas, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) bersama anak usahanya, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), telah menandatangani perjanjian akuisisi di proyek pengembangan gas alam dan Floating Liquefied Natural Gas (FLNG) terintegrasi pertama di Indonesia dari Genting Berhad (Genting). Akuisisi dilakukan melalui dua transaksi yang saling terkait di sisi hulu dan hilir.
Berdasarkan keterbukaan informasi, Senin (11/5), pada sisi hulu, RATU menandatangani Farm out Agreement dengan Genting Oil Kasuri Pte. Ltd untuk pengambilalihan 5 persen participating interest di Blok Kasuri.
Pada sisi hilir, RAJA menandatangani Share Sales and Purchase Agreement dengan Genting LNG Pte. Ltd untuk akuisisi 5 persen saham PT Layar Nusantara Gas, perusahaan pengembang fasilitas midstream dan kapal FLNG pertama di Indonesia. Genting Oil Kasuri Pte. Ltd dan Genting LNG Pte. Ltd merupakan anak usaha tidak langsung Genting dengan kepemilikan 95 persen.
"Akuisisi hilir ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026 setelah penandatanganan shareholders' agreement dan pemenuhan kondisi-kondisi lain dalam SSPA (Share Sales and Purchase Agreement)," ujar Direktur Utama RAJA, Djauhar Maulidi.
Dia melanjutkan, akuisisi hulu yang bergantung pada persetujuan SKK Migas, Pemerintah Indonesia, serta penyelesaian akuisisi hilir, ditargetkan rampung paling lambat Februari 2027. Transaksi ini memperluas jejak operasional perseroan di seluruh rantai nilai LNG, mulai dari pengembangan lapangan gas hulu, fasilitas pemrosesan midstream, hingga produksi LNG melalui kapal FLNG.
“Kerja sama strategis dengan Genting ini merupakan langkah penting dalam perjalanan transformasi dan ekspansi bisnis RAJA Group. Akuisisi ini tidak hanya memperkuat portofolio bisnis perseroan, tetapi juga menjadi fondasi awal bagi pengembangan kemitraan jangka panjang yang lebih luas di sektor LNG terintegrasi," kata Djauhar.
"Kami melihat Blok Kasuri sebagai salah satu proyek strategis dengan potensi signifikan dalam mendukung ketahanan energi nasional dan pengembangan ekosistem LNG Indonesia ke depan," lanjutnya.
Blok Kasuri berlokasi di Provinsi Papua Barat, yang saat ini 100 persen participating interest-nya dimiliki oleh GOKPL, telah memperoleh persetujuan pemerintah Indonesia atas First Plan of Development untuk Lapangan Asap, Kido, dan Merah (Lapangan AKM).
Lapangan AKM dirancang untuk memasok sekitar 230 mmscfd gas alam ke fasilitas FLNG berkapasitas 1,2 mtpa selama periode operasional sekitar 18tahun, melalui model pengembangan terintegrasi end-to-end yang mencakup onshore gas processing plant, jaringan pipa penghubung, hingga proses konversi menjadi LNG.
Selain itu, sekitar 102 mmscfd tambahan gas alam juga dialokasikan untuk kebutuhan domestik guna mendukung ketahanan energi nasional. Akuisisi 5 persen ini menjadi langkah awal dalam membangun kemitraan strategis jangka panjang dengan Genting, di mana kedua pihak saat ini juga tengah menjajaki potensi peningkatan partisipasi serta peluang kerja sama strategis lainnya di masa mendatang.
