Kumparan Logo

FTSE Russell Coret 29 Saham RI dari Indeks Global, Ini Daftarnya

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang pria mengamati layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, (12/12/2025). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pria mengamati layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, (12/12/2025). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

FTSE Russell merombak konstituen saham Indonesia dalam FTSE Global Equity Index Series (GEIS) Semi-Annual Review September 2026.

Dalam pengumuman yang dirilis setelah penutupan perdagangan Jumat (21/8), sebanyak 29 emiten Indonesia keluar dari indeks FTSE.

Perubahan tersebut mulai efektif pada Senin, 21 September 2026, berdasarkan harga pembukaan. Sementara tanggal rebalancing ditetapkan pada Jumat, 18 September 2026, berdasarkan harga penutupan.

FTSE Russell menyebut perubahan dalam pengumuman ini masih dapat direvisi hingga penutupan perdagangan Jumat, 4 September 2026. Perubahan dianggap final mulai Senin, 7 September 2026.

Tidak ada saham RI yang masuk ke kategori Large Cap maupun Mid Cap. Sementara itu, terdapat sejumlah saham yang mengalami perpindahan kelas kapitalisasi sebelum akhirnya keluar dari indeks.

Salah satu perubahan terjadi pada PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). Emiten pengembang properti ini sebelumnya berada dalam kategori Mid Cap. Namun dalam review kali ini, BSDE dikeluarkan dari Mid Cap dan masuk ke kategori Micro Cap.

Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (11/3). Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Sementara sejumlah saham turun dari Small Cap ke Micro Cap. Saham-saham tersebut adalah PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT MDS Retailing Tbk (LPPF), PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), PT Panin Financial Tbk (PNLF), PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA).

Dari daftar tersebut, SILO jadi satu-satunya saham yang benar-benar keluar dari daftar FTSE, karena tercatat sebagai eksklusi di Small Cap dan tidak muncul dalam daftar inklusi Micro Cap.

Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Berikut daftar 29 emiten yang didepak dari indeks FTSE:

  1. ADHI — PT Adhi Karya (Persero) Tbk

  2. ASSA — PT Adi Sarana Armada Tbk

  3. ALII — PT Ancara Logistics Indonesia Tbk

  4. AGRO — PT Bank Raya Indonesia Tbk

  5. BVIC — PT Bank Victoria International Tbk

  6. CASS — PT Cardig Aero Services Tbk

  7. CFIN — PT Clipan Finance Indonesia Tbk

  8. BWPT — PT Eagle High Plantations Tbk

  9. CARS — PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk

  10. WOOD — PT Integra Indocabinet Tbk

  11. DILD — PT Intiland Development Tbk

  12. JTPE — PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk

  13. JKON — PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk

  14. OMED — PT Jayamas Medica Industri Tbk

  15. KEEN — PT Kencana Energi Lestari Tbk

  16. MAIN — PT Malindo Feedmill Tbk

  17. MAHA — PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk

  18. MSTI — PT Mastersystem Infotama Tbk

  19. MDLA — PT Medela Potentia Tbk

  20. MLPL — PT Multipolar Tbk

  21. PBID — PT Panca Budi Idaman Tbk

  22. PANS — PT Panin Sekuritas Tbk

  23. PNIN — PT Paninvest Tbk

  24. PTPP — PT PP (Persero) Tbk

  25. PRDA — PT Prodia Widyahusada Tbk

  26. RALS — PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk

  27. ISSP — PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk

  28. TPMA — PT Trans Power Marine Tbk

  29. SILO — PT Siloam International Hospitals Tbk