Kumparan Logo

Geopolitik Memanas, Bahlil Cari Stok Minyak Murah dari Berbagai Negara

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers usai pertemuan di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (9/10/2026). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menko Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers usai pertemuan di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (9/10/2026). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan Indonesia akan mengimpor minyak mentah dari mana saja asal harganya murah dan tidak kena sanksi.

Bahlil, yang juga merupakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), merespons soal Arab Saudi yang memberikan diskon minyak mentah kepada pembeli Asia di bawah harga patokan.

Pada akhir pekan lalu, Saudi Aramco menurunkan harga minyak Arab Light untuk pembeli di Asia menjadi USD 5 per barel di bawah patokan regional untuk November seiring meningkatnya aliran melalui Selat Hormuz, harga terendah dalam enam tahun dan dibandingkan dengan diskon USD 2 per barel untuk bulan ini.

"Bagi kita, adalah dari manapun sumber minyaknya, selama itu efisien untuk kebaikan negara, dan tidak melanggar aturan, maka itu akan menjadi prioritas negara," ungkapnya usai acara Rakernas HIPPI 2026, Senin (12/10).

Saat acara, Bahlil menjelaskan bahwa tidak ada pihak yang bisa memprediksi konflik geopolitik yang masih berkecamuk, baik itu di Timur Tengah maupun Rusia-Ukraina. Apalagi baru saja ada serangan yang menyasar Bandara di Riyadh, Arab Saudi, oleh militan Houthi.

Dia mengaku telah berkomunikasi dengan menteri-menteri energi lain di seluruh dunia, pertikaian antara AS-Iran yang melebar ke wilayah lain di Timur Tengah akan memperparah arus logistik dan energi ke seluruh dunia.

Ilustrasi pengeboran minyak. Foto: Asif 31/Shutterstock

"Tidak ada satu orang pun yang dapat meramalkan. Dulu kita punya 23 persen crude kita dari Selat Hormuz. Sekarang dengan Arab Saudi lagi kena begini lagi, nambah lagi nih. Makanya Menteri ESDM enggak bisa tidur terlalu panjang, karena lobby minyak di mana-mana," jelas Bahlil.

Bahlil mengungkapkan ia juga terbiasa bernegosiasi dengan pemerintah Afrika. Pasalnya, banyak pasokan minyak Indonesia diimpor dari Angola hingga Nigeria, sebagai bagian diversifikasi pasokan dari Timur Tengah.

"Lobi minyak di Afrika, untung saja kan orang Afrika itu kulitnya sama dengan saya. Jadi pada saat saya lobi dengan mereka, saya bilang, 'Kita ini saudara', gitu kan. Coba kalau yang gagah-gagah yang putih-putih lobi sama Afrika, belum bicara aja dibilang, 'Ah, kau beda sama kita'," tuturnya.

Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor minyak dan gas bumi (migas) meningkat cukup tajam pada periode Agustus 2026, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Impor migas pada Januari sampai Agustus 2026 mencapai USD 29,3 miliar, naik 39,03 persen dari periode yang sama pada tahun 2025 yang sebesar USD 21,08 miliar.

Sebelumnya, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan Indonesia tidak akan terancam tarif 100 persen oleh Amerika Serikat (AS) sebagai sanksi atas pembelian minyak mentah dari Rusia.

Indonesia sepakat mengimpor minyak mentah dari Rusia dengan kontrak antar pemerintah (government to government/G2G). Tahap pertama impor telah tiba di Indonesia, dan pemerintah tengah mempersiapkan pengiriman tahap kedua.

Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives) AS pada Rabu (16/9) meloloskan undang-undang yang memungkinkan Presiden AS Donald Trump menjatuhkan sanksi tarif hingga 100 persen terhadap Rusia dan negara-negara pembeli minyak dan gas Rusia.

Kendati demikian, Airlangga menyebutkan bahwa kesepakatan Indonesia dengan Rusia diteken selama kurun waktu yang diperbolehkan oleh AS, yakni ketika disrupsi pasokan energi global karena blokade Selat Hormuz.

Ilustrasi Selat Hormuz. Foto: La Terase/Shutterstock

"Tidak ada, kan pada waktu itu ada window kapan diperbolehkan. Jadi kita masuk dalam window tersebut," ungkap Airlangga saat ditemui di Hotel Fairmont Jakarta, Rabu (23/9).

Penugasan impor minyak mentah dari Rusia dilakukan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) yang berstatus Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian ESDM.

Berdasarkan laporan Bloomberg pada 9 Juli lalu, data pabean Big Trade Data mencatat sebanyak 770.000 barel minyak mentah telah dikirim ke Pelabuhan Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 29 Juni. Pengiriman tersebut diperkirakan bernilai sekitar USD 75 juta. ​Data tersebut menunjukkan kargo minyak dimuat dari Pelabuhan Kozmino, Rusia, dan diangkut menggunakan kapal tanker Sierra dengan pembeli tercatat atas nama Lemigas.

instagram embed